Beda Sikap Perihal Muslim Uighur dan George Floyd, Mesut Ozil Kecewa Kepada Arsenal


  •    Rissalah Maulana
  •    14/08/20 - 06:30
  •    1.425

mesut ozil
arsenal

Mesut Ozil akhirnya buka suara terhadap terhadap hubungannya dengan manajemen Arsenal yang membuatnya tak mendapatkan kesempatan bermain selama satu musim belakangan.

Kepada The Athletic, beberapa hal diutarakan pemain Jerman keturunan Turki ini yang menjadi penyebab memanasnya hubungan dengan manajemen. Salah satunya adalah pandangan Ozil yang merasa klub berlaku tak sama dalam menyikapi kasus George Floyd yang memunculkan gerakan 'Black Lives Matter'.

Pada Desember lalu, mantan pemain timnas Jerman tersebut mengunggah cuitan rasa simpati terhadap kasus persekusi umat muslim suku Uighur di wilayah Xinjiang, Tiongkok. Hal tersebut memunculkan reaksi keras dari pihak Tiongkok.

Bahkan tayangan Manchester City vs Arsenal tak ditayangkan dalam siaran di Tiongkok.

Meski tak menentang, Arsenal mengunggah pernyataan bahwa klubnya "selalu berpegang pada prinsip" untuk tidak terlibat dalam politik.

"Tidak peduli apa agama atau warna kulit Anda - Muslim, Kristen, Yahudi, hitam, putih, atau apa pun. Kita semua sama," kata Ozil kepada The Athletic.

Baca Juga :



halaman 2 dari 3
“Apa yang saya katakan tidak menentang orang Tionghoa, itu menentang siapa pun yang melakukan ini kepada Muslim Uighur dan orang lain yang tidak membantu mereka, seperti negara Muslim lainnya.

“Saya telah memberikan banyak hal kepada Arsenal, di dalam dan di luar lapangan, jadi reaksinya mengecewakan. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam politik tetapi ini bukan politik dan mereka terlibat dalam masalah lain.

Kematian George Floyd pada 25 Mei 2020 mengundang protes besar-besaran di Amerika Serikat hingga memunculkan gerakan 'Black Lives Matter'. Tim-tim sepakbola, begitu pula klub liga Primer Inggris, tak terkecuali Arsenal, mengikuti gerakan ini. Hal tersebut mendapat perhatian dari Ozil yang secara tersirat menganggap perlakuan tak sama dilakukan Arsenal terhadap Muslim Uighur.

“Di Amerika, kami melihat George Floyd terbunuh dan dunia angkat bicara mengatakan Black Lives Matter, dan itu benar. Kita semua setara dan adalah hal yang baik bahwa orang-orang melawan ketidakadilan.

“Ada banyak pemain kulit hitam dan penggemar Arsenal dan sangat fantastis klub mendukung mereka, tapi saya berharap orang-orang akan melakukan hal yang sama untuk Muslim karena Arsenal memiliki banyak pemain dan penggemar Muslim juga, dan itu penting bagi dunia untuk mengatakan bahwa Muslim Lives Matter. "

Dalam kesempatan yang sama, Ozil juga menyebut akan bertahan hingga kontraknya habis bersama Arsenal pada 30 juni 2021 mendatang. halaman 3 dari 3


Top 5 Sepatu Bola Harga Terjangkau Saat Ini







Video Trending



Berita Terkait


1601082001583

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?