Eks Kapten Timnas Tolak Mentah-Mentah Program Naturalisasi


  •    Kukuh Wahyudi
  •    23/08/20 - 18:00
  •    4.435

Dua calon pemain Persija asal Brasil.
Dua calon pemain Persija asal Brasil. (Dok. Persija)

Kabar mengagetkan datang dari sepak bola nasional. Lima pemain muda Brasil (berusia di bawah 19 tahun) tiba-tiba hadir di Indonesia yang terpecah ke tiga tujuan, Persija, Arema FC, dan Madura United. 

Muncul isu bahwa kelima remaja Negeri Samba itu didatangkan untuk dinaturalisasi sebagai proyeksi mengisi komposisi pemain timnas U-19. Pasalnya, timnas U-19 bakal terjun di ajang bergengsi pada tahun depan, Piala Dunia U-20 2021.

Merespon hal itu, tentu ada yang pro dan kontra. Nah, salah satu eks kapten timnas ternyata masuk kubu yang menolak. Adalah Ponaryo Astaman sosok yang dimaksud.

"Secara pribadi, saya tidak setuju dengan proyek naturalisasi karena melihat masih banyak talenta Indonesia yang bagus," tuturnya dikutip dari channel Youtube Hanif Sjahbandi dan Rendy Juliansyah, Hanif & Rendy Show.

Baca Juga :


Ponaryo kurang setuju jika semua orang menganggap semua pemain dari luar negeri lebih bagus dibandingkan pemain lokal.

"Karena mereka main di Eropa, terus bisa diindikasikan lebih bagus? Coba situasinya dibalik saja. Pemain muda Indonesia bisa main di sana (Eropa), bukan malah mengambil pemain muda dari luar ke sini," katanya.

Menurutnya, saat ini sepak bola Indonesia sudah ada beberapa program yang sudah berjalan ideal, seperti mengirim tim ke Eropa atau negara lain.

"Memang sudah ada mengirim satu tim seperti Primavera, Baretti, Garuda Select, SAD, tetapi mereka sebagai sebuah tim, bukan sebagai individu,” ujar Ponaryo.

"Saya berharap dari program seperti itu, ada beberapa pemain yang bisa main di Eropa, di mana pun yang penting di luar negeri," ucap eks pemain Persija dan Borneo itu.

halaman 2 dari 2






Video Trending



Berita Terkait


1604630401993

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?