Pandemi Covid-19 Buat Bisnis Sepakbola Rugi Rp. 214 Triliun di 2020


  •    Rissalah Maulana
  •    17/09/20 - 18:30
  •    229

virus corona
foto: uefa

Pandemi Covid-19 atau virus Corona mengguncang seluruh dunia dari berbagai sisi, termasuk bisnis di sepakbola.

Selama pandemi global 2020 ini, sepakbola di seluruh dunia diperkirakan kehilangan 14,4 Miliar US Dollar atau setara 214 triliun rupiah. Hasil ini menurut analisis FIFA berdasarkan perhitungan dari berbagai acara yang ditunda maupun dibatalkan.

Selain itu, 150 dari 211 asosiasi anggota FIFA juga telah mengajukan permohonan bantuan darurat Covid untuk keberlangsungan agenda sepakbola di negaranya.

FIFA menghitung perputaran uang dan pendapatan yang bernilai 40-45 Miliar US Dollar pertahun. Meski beberapa kompetisi kembali dimulai dengan protokol ketat, FIFA menghitung kerugian sebesar 14,4 Miliar US Dollar atau sepertiga dari nilai pertahun tersebut.

Baca Juga :


“Ini jumlah yang sangat besar dan mencakup ekonomi sepak bola secara keseluruhan tidak termasuk hanya pertandingan internasional,” kata Olli Rehn, ketua Komite Pengarah Rencana Bantuan FIFA Covid-19, dilansir Guardian.

"Ini tidak bisa menjadi angka pasti, tapi ini adalah perkiraan kerugian di 211 asosiasi anggota," lanjutnya.

Yang utama, klub-klub di Eropa menjadi yang paling rugi. Ini ternyata berdampak juga bagi federasi di negara klub tersebut.

"Jika Anda melihat rincian kerugian secara absolut dan relatif, klub-klub Eropa dan asosiasi anggota paling terpengaruh secara absolut," katanya.
halaman 2 dari 3
Namun begitu, negara di luar Eropa, contohnya Brazil, juga yang terdampak. Mereka menggantungkan pendapatan salah satunya dari tiket masuk penonton dan penjualan merchandise di stadion.

“Namun secara relatif mereka yang berada di luar Eropa mengalami kesulitan lebih, terutama di Amerika Latin, terutama sebagai hasil dari campuran pendapatan dan waktu musim. Negara-negara kecil yang bergantung pada FIFA sebenarnya akan terkena dampak paling sedikit."

Baca Juga :


Rehn yang juga gubernur bank Finlandia menyebut kerugian ini bakal didapat hingga berganti tahun atau 2021. Untuk itu dia bersama tim di FIFA bekerja dengan sanfat intensif untuk memperbaiki situasi.

FIFA musim panas ini mengumumkan program hibah dan pinjaman senilai $ 1,5 miliar yang dirancang untuk membantu anggotanya. Setiap asosiasi berhak atas $ 1,5 juta dalam bentuk hibah, dengan sepertiga dari jumlah tersebut dipagari untuk pengembangan sepakbola wanita.

Dana ini harus digunakan secara transparan dan tak bisa dialirkan sembarangan, contohnya dilarang membangun lapangan baru dengan hibah tersebut.

"Aliran pendanaan FIFA transparan. Semua penerima manfaat harus mempertanggungjawabkan satu sen kepada auditor… Kami telah belajar dari pelajaran kami dan kami meningkatkan tindakan kami," pungkasnya. halaman 3 dari 3


Top 5 Sepatu Futsal Terbaru Tahun 2020







Video Trending



Berita Terkait


1600180202960

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?