Dituduh Suap Pejabat FIFA, Bos Paris Saint Germain Terancam Dipenjara


  •    Rissalah Maulana
  •    25/09/20 - 07:00
  •    5.127

nasser al khelaifi
nasser al khelaifi (psg)

Bos Paris Saint-Germain asal Qatar, Nasser Al Khelaifi, terancam hukuman penjara setelah diduga menyuap mantan pejabat FIFA, Jerome Valcke.

Seperti dikutip dari France24, jaksa penuntut umum Swiss menuntut 28 bulan atau dua tahun empat bulan untuk Al Khelaifi yang, juga menjabat sebagai presiden beIN Media di masa persidangan terakhir, Selasa (22/9) lalu.

Sementara Jerome Valcke, mantan wakil Presiden FIFA di era Presiden Sepp Blatter, dituntut tiga tahun penjara.

Baca Juga :


Pengadilan Kriminal Federal Swiss di Bellinzona telah mengadili Valcke atas dua dakwaan terkait dengan pencarian uangnya untuk mempertahankan apa yang disebut Jaksa Federal Joel Pahud sebagai gaya hidup "boros".

Al-Khelaifi juga menjadi terdakwa di dalam tuntutan pertama Valcke. JPU menduga Valcke meminta bantuan Qatar pada musim panas 2003 untuk membeli sebuah Villa Mewah di Sardinia, sebuah kepulauan tempat wisata di Italia.

Masalahnya, urusan pribadi ini terjadi saat beIN, saluran media milik Qatar, sedang merundingkan perpanjangan hak siar di Afrika Utara dan Timur Tengah untuk Piala Dunia 2026 dan 2030.

Ada dugaan dari JPU bahwa proses pembelian vila mewah tersebut untuk memuluskan negosiasi hak siar.
halaman 2 dari 2
Jaksa penuntut mengatakan bahwa Al-Khelaifi memperoleh rumah itu seharga lima juta euro, melalui sebuah perusahaan yang segera ditransfer ke saudara laki-laki dari salah satu kolaborator dekatnya, sebelum dioper ke Valcke.

Tentu saja kedua tergugat membantah tuduhan tersebut yang menyebut saat itu beIN tidak punya pesaing dalam mendapatkan hak siar.

Jaksa penuntut mengatakan Valcke berkomitmen untuk "melakukan apa yang ada dalam kekuasaannya" untuk memastikan beIN akan memenangkan kontrak dan seharusnya menyatakan kesepakatan Villa Bianca kepada pemiliknua. Mereka mengatakan dia telah ditekan oleh Al-Khelaifi untuk secara ilegal merusak kepentingan FIFA.

Pahud juga menuduh Al Khelaifi "menghina keadilan" karena dia tidak bekerja sama dalam penyelidikan dan membantah membeli vila itu meskipun ada bukti pembelian.

Kedua tergugat membacakan pembelaan pada Rabu dan Kamis ini.


Cerita Renan Silva: Keringat dan Kerja Keras Raih Gelar Best Player Liga 1







Video Trending



Berita Terkait


1603714202277

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?