Ini Alasan Persija Hengkang ke Bantul dalam Lanjutan Liga 1 2020


  •    Rizqi Ariandi
  •    28/09/20 - 12:30
  •    493

Stadion Sultan Agung, Bantul, akan jadi markas Persija Jakarta dan beberapa tim lain seperti Bali United dan PSM Makassar dalam extraordinary Liga 1 2020
Stadion Sultan Agung, Bantul, akan jadi markas Persija Jakarta dan beberapa tim lain seperti Bali United dan PSM Makassar dalam extraordinary Liga 1 2020. (Sumber foto:liga-indonesia.id)

Persija memutuskan tidak berkandang di Jakarta atau sekitarnya seperti Bekasi (Patriot dan Wibawa Mukti), Bogor (Pakansari), atau Tangerang dalam lanjutan extraordinary Liga 1 2020. Tim berjulukan Macan Kemayoran memilih Stadion Sultan Agung (SSA) di Bantul sebagai markas meski jauh dari ibu kota.

Keputusan itu menjadi pertanyaan setelah Persita dan Bhayangkara FC tetap berkandang di Sport Centre Kelapa Dua, Tangerang, dalam lanjutan kompetisi.

Khusus Bhayangkara FC, mereka akan kembali ke Stadion PTIK bila Gubernur DKI Jakarta melonggarkan lagi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya.

Presiden Persija, Mohamad Prapanca menjelaskan alasan di balik pemilihan SSA sebagai kandang timnya dalam lanjutan kompetisi musim ini.

Menurut Panca -sapaan karib Prapanca- pemilihan stadion milik Persiba Bantul tersebut sudah berdasarkan pertimbangan matang.

Manajemen memperhitungkan kondisi daerah, efektivitas, dan efisiensi pengeluaran tim.

Baca Juga :


Pasalnya, beberapa tim Liga 1 lainnya memilih berkandang di Yogyakarta dan sekitarnya sehingga hal itu memudahkan tim saat akan melakoni satu pertandingan ke pertandingan lainnya.

Persija akan berbagi kandang di Bantul bersama Bali United dan PSM Makassar, sementara Barito Putera dan Borneo FC memilih Stadion Maguwoharjo di Sleman sebagai kandangnya.

Dengan berkandang di Bantul, Persija bisa lebih menghemat anggaran, dan juga mengantisipasi risiko kelelahan para pemainnya mengingat PT LIB melarang klub menggunakan pesawat untuk bepergian dari satu kota ke kota lainnya demi meminimalisir potensi penularan Covid-19.

"Setelah kita terpukul pandemi ini, semua harus dikalkulasi ulang, di-restart, di-refresh, semua standar, SOP-nya berubah di mana kita punya mimpi yang cukup besar saat liga ini baru pertama kali jalan. Sekarang ini semua seperti nol, kita seperti harus restart, kita ubah semua karena protokol yang kita pikirkan gak bisa jalan," kata Panca.

"Akhirnya tidak jauh, ada masalah efisiensi dan efektifitas. Masalah efisiensi terkait kemampuan manajemen untuk melakukan aktivitas lanjutan liga. Efektifitasnya adalah sebaik mungkin untuk menjalankan protokol Covid-19, jadi itulah kenapa Bantul dipilih," tuturnya menambahkan.

Baca Juga :


Selain faktor tersebut, ada alasan lain mengapa Persija memilih 'hengkang' ke Bantul di sisa kompetisi musim ini.

Manajemen Persija mengatakan apabila berkandang di Jakarta atau daerah penyangga seperti Bekasi, Cikarang, atau Bogor, maka potensi kehadiran suporter yang membandel cukup besar.

"Itu juga salah satu yang harus dicermati seluruh suporter Persija, bahwa banyak peraturan-perarturan baru terkait akan dijalankannya kembali liga itu, salah satunya termasuk mengenai suporter," kata Panca.

"Masing-masing klub akan mengkampanyekan nonton di rumah saja untuk mencegah klaster-klaster baru pertumbuhan Covid-19 dan apabila suporter ini tetap datang, itu ada sanksi yang sedang dimatangkan apa saja sanksinya, dan itu akan mencederai kinerja klub itu sendiri. Untuk The Jak, kalau cinta klub ini, mohon supaya hal ini tidak terjadi," ujarnya menambahkan. halaman 2 dari 2
Terakhir diubah:  28/09/20 - 13:56






Video Trending



Berita Terkait


1603242602424

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?