Kejaksaan Proses Kasus Streaming Ilegal Tayangan Sepak Bola


  •    Rizqi Ariandi
  •    13/10/20 - 23:19
  •    636

Ilustrasi pelaku streaming ilegal yang diamankan pihak berwenang
Ilustrasi pelaku streaming ilegal yang diamankan pihak berwenang

Aparat penegak hukum di Indonesia benar-benar serius dalam memberantas para pelaku streaming ilegal siaran langsung sepak bola. Di Jawa Tengah, kasus yang melibatkan pelaku streaming ilegal telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Tinggi.

Atas perbuatan tersebut, tersangka mendapat ancaman pidana maksimal hingga 10 tahun penjara dan denda Rp4 miliar, sesuai dengan ketentuan Pasal 118 dan/atau Pasal 113 Undang-Undang nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Sebelumnya, Mola TV selaku pemegang lisensi MOLA TV Content & Channels telah melaporkan empat laman yang menyediakan siaran streaming ilegal, salah satunya adalah bolasiar.live.

"Hasil Penyidikan perkara website Bolasiar yang dilakukan oleh Penyidik Unit I Subdit I Ditreskrimsus Polda Jateng berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP Nomor: LP/B/253/VII/2020/Jateng/Ditreskrimsus tanggal 9 Juli 2020 dengan Terlapor Sdr. IW telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah," tutur Edi Purnomo.

Baca Juga :


Sementara itu, tim kuasa hukum Mola TV, Uba Rialin mengatakan kliennya terpaksa mengambil tindakan hukum.

Sejak awal, Mola TV telah beritikad baik dengan mengumumkan hak atas tayangan MOLA Content & Channels di surat kabar nasional dan melakukan sosialisasi serta melakukan pendekatan persuasif kepada khalayak umum secara intensif.

Mereka melakukan itu di beberapa kota, termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Medan, Batam, Makassar, dan Balikpapan. Mereka juga telah memberikan peringatan kepada pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran, tapi upaya-upaya sebagaimana disebutkan di atas tetap diabaikan.

"Langkah ini sebagai bukti kalau kita harus berjuang dengan tindakan nyata khususnya terkait kasus pelanggaran Hak Cipta atas tayangan yang dimiliki secara sah ini,” tutur Uba Rialin.

"Kami sangat menyayangkan kejadian ini karena kami sudah berusaha bersikap kooperatif, di mana sebelum memulai suatu prosedur hukum atas kasus dugaan pelanggaran tertentu kami memastikan untuk selalu membuka pintu dialog dan kerjasama, namun apa daya usaha tersebut tidak diindahkan dan pelanggaran tetap terjadi,” imbuhnya.

Baca Juga :


Ditegaskan oleh Uba Rialin, seluruh tayangan MOLA Content & Channels melekat dengan hak-hak ekonomi MOLA TV yang tidak dapat dipergunakan tanpa kerja sama, izin, ataupun persetujuan tertulis.

Segala bentuk penayangan, publikasi, atau kegiatan apapun terkait di wilayah Negara Republik Indonesia melalui media apapun juga yang dilakukan tanpa ijin, persetujuan tertulis di area atau dengan tujuan komersil adalah pelanggaran hukum yang memiliki konsekuensi hukum.
halaman 2 dari 2
Terakhir diubah:  13/10/20 - 23:21






Video Trending



Berita Terkait


1576054802422

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?