Persita Tangerang Minta Jaminan dari PSSI untuk Kepastian Liga 1


  •    Robert
  •    16/10/20 - 18:00
  •    465

Persita Tangerang sedang menjalani sesi latihan di Stadion Sports Center (Sumber: Situs Resmi Persita)
Persita Tangerang sedang menjalani sesi latihan di Stadion Sports Center (Sumber: Situs Resmi Persita)

Persita Tangerang meminta jaminan tentang lanjutan Liga 1 2020 kepada PSSI , dimana mereka tak mau terus menunggu.

Liga 1 2020 ditargetkan oleh PSSI dan PT LIB selaku operator untuk dilanjutkan pada buan November mendatang, usai ditunda selama satu bulan karena tak mendapat izin keamanan.

Di satu lain setiap klub terus berlatih dan menunggu kepastian soal lanjutan Liga 1, tak terkecuali Persita.

“Kemarin meeting keputusannya ternyata federasi juga belum bisa kasih jaminan bahwa kompetisi ini bisa dimulai bulan apa. Tentu dengan pilihan dimulai November, Desember atau Januari 2021, itu pun memberikan ketidakpastian pada klub-klub semua," kata manajer Persita, Nyoman Suryanthara.

Baca Juga :


"Kami harapkan dalam waktu dekat ini PSSI mau pun LIB bisa memberikan keputusan yang ada jaminannya. Kita sama-sama tahu bahwa di bulan Desember ini ada Pilkada, jadi saya harap PSSI bisa memberikan jaminan kompetisi bisa dimulai,” sambung Nyoman menambahkan. halaman 2 dari 3
Jika tak kunjung mendapat kejelasan soal nasib Liga 1 2020, hal itu dapat berdampak pada mental pemain.

"Ya tentu dampak yang negatifnya masalah mental pemain, kami di manajemen juga berpikir keras bagaimana caranya kami menjaga mental pemain dan asa-asa mereka, asa kami semua, bahwa kompetisi ini, khususnya tahun ini bisa diselenggarakan dengan baik."

"Apapun nanti keputusan federasi, kami apresiasi pasti. Selama ini juga federasi sudah bekerja keras, mencoba bagaimana caranya supaya liga ini bisa dimulai. Tapi kita harus berpikir jernih juga. Kalaupun liga tidak bisa dimulai, pemain dan pelatih juga bisa kami maintain mereka dengan baik terutama kondisi dan mental mereka semua."

Baca Juga :


Persita mengaku kecewa dengan tak adanya kejelesan sejak Liga 1 2020 dihentikan bulan Maret lalu. Namun demikian Nyoman akan menerima setiap keputusan yang keluar dari PSSI.

“Kalau bicara kecewa, ini kami sudah tujuh bulan terombang-ambing tanpa ada keputusan. Sekarang sudah mendekati akhir tahun, akhirnya mesti legawa juga. Mau lanjut atau setop, nanti apapun pilihannya, klub-klub yang akan menjalaninya."

"Apapun pilihannya, itu kami anggap pilihan terbaik. Kalau kecewa, mudah-mudahan tidak sih. Karena kami harus memikirkan juga, kalau manajemen kecewa, akhirnya bisa berdampak ke bawah-bawah. Jadi bagaimana caranya supaya kami bisa menghadapi situasi ini dengan kompak semuanya.” halaman 3 dari 3






Video Trending



Berita Terkait


1606557602948

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?