Daftar Pelatih Asal Eropa yang Pernah Mengarsiteki Persija, dari yang Berhasil hingga Gagal Total


  •    Rizqi Ariandi
  •    24/10/20 - 10:00
  •    790

Pelatih asal Bulgaria, Ivan Kolev, dua kali menangani Persija Jakarta
Pelatih asal Bulgaria, Ivan Kolev, dua kali menangani Persija Jakarta. (Sumber foto:Media Persija Jakarta)

Sejak era Liga Indonesia dimulai pada 1994, Persija cukup sering menggunakan jasa pelatih asal Eropa. Dari rentang waktu 1994-2020, tercatat ada enam juru taktik asal Benua Biru yang pernah menangani tim Macan Kemayoran.

Nama pertama adalah Albert Fafie. Arsitek asal Belanda itu datang dari Mastrans Bandung Raya (MBR) pada Liga Indonesia 1998 bersama asistennya Herry Kiswanto.

Sayangnya, karier Fafie bersama Persija cukup singkat, karena kompetisi 1998 dihentikan akibat kerusuhan massa ketika itu. Fafie sendiri berjasa dalam membawa Nur Alim dan Budiman Yunus, dua pemain yang berperan penting atas gelar juara Persija di musim 2001.

Selanjutnya, ada juru taktik asal Bulgaria, Ivan Kolev yang datang pada musim 1999-2000. Di tangan Kolev, Persija berhasil melaju hingga babak semifinal Liga Indonesia 2000.

Baca Juga :


Di masa kepelatihan Kolev juga tim asal ibu kota tersebut berhasil mengorbitkan seorang pemain muda yang kemudian tumbuh menjadi ikon sekaligus legenda klub, Bambang Pamungkas. Kolev sempat kembali ke Persija pada musim 2019, namun ia gagal mengangkat performa tim sehingga memutuskan untuk mundur dari jabatannya.

Setelah itu, ada nama pelatih asal Bulgaria lainnya yang sempat menangani Persija, Atanas Georgiev. Namun, ia gagal mengulang prestasi pendahulunya, Ivan Kolev yang mengantarkan Persija ke babak semifinal Liga Indonesia 2000.

Di tangan Georgiev, Persija hanya sanggup meraih dua hasil imbang dan tiga kekalaham di 5 laga awal Liga Indonesia 2003. Posisinya kemudian digantikan oleh Herry Kiswanto sampai akhir putaran pertama.

Gagal di tangan Georgiev, Persija rupanya tidak kapok mempekerjakan pelatih asal Eropa. Setelah mengakhiri kerja sama dengan Carlos Garcia Cambon, juru latih asal Argentina, Persija mendatangkan Arcai Iurie.

Baca Juga :


halaman 2 dari 3

Pelatih asal Moldova itu bisa dibilang sebagai arsitek asal Eropa yang paling berprestasi di Persija. Di bawah kendalinya, Persija berhasil melaju ke babak final Liga Indonesia dan Copa Indonesia 2005.

Sayangnya Persija gagal di dua laga final tersebut. Di Final Liga Indonesia, Persija takluk dari Persipura, sementara di Copa Indonesia, tim Ibu Kota harus mengakui keunggulan Arema Malang.

Pelatih asal Eropa berikutnya yang sempat menangani Persija adalah Sergei Dubrovin. Ia berhasil mengantarkan Persija ke semifinal Liga Indonesia 2007.

Dubrovin sebetulnya sempat melatih Persija di pertengahan musim 2003-2004, Ia direkrut untuk mengisi posisi Carlos Garcia Cambon yang dipecat manajemen.

Baca Juga :


Pelatih asal Eropa terakhir yang menangani Persija dalam kurun 20 tahun terakhir adalah Julio Banuelos. Pelatih asal Spanyol itu direkrut bersama asistennya, Eduardo Perez untuk menggantikan Ivan Kolev pada pertengahan Juni 2019.

Namun, Banuelos dan Perez yang sempat menjadi asisten Luis Milla di Timnas Indonesia itu hanya bertahan selama tiga bulan di Persija. Keduanya dipecat oleh manajemen Persija setelah kekalahan dari Bali United di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Kamis (19/9/2020).

Terakhir ada Julio Banuelos Saez pada musim 2019. Banuelos juga hanya seumur jagung karena diberhentikan bersama dengan asistennya Eduardo Perez Moran. Perannya diganti Edson Tavares saat itu yang membawa Persija ke Peringkat ke-10 halaman 3 dari 3






Video Trending



Berita Terkait


1606785001350

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?