Kompetisi Liga 1 Mandek, Uston Nawawi Khawatir Fisik Pemain Timnas U19 Menurun


  •    Rizka Perdana Putra
  •    28/10/20 - 22:20
  •    1.670

Asisten pelatih Persebaya Uston Nawawi
Asisten pelatih Persebaya Uston Nawawi (persebaya.id)

Eks pelatih Persebaya U20 musim lalu Uston Nawawi khawatir kondisi fisik pemain Timnas U19 bakal menurun sepulang dari Kroasia. Penyebabnya, sampai saat ini tidak ada kompetisi aktif yang bisa jadi sarana skuad Garuda Muda mengembangkan diri.

Timnas U19 selesai menjalani pemusatan latihan (TC) di Kroasia sejak Jumat (23/10/20) pekan lalu. Sebelumnya, pasukan Garuda Muda digembleng oleh Shin Tae-yong selama dua bulan lamanya di Kota Svati Martin na Muri dan Split.

Sayang, ketika kembali ke Indonesia, para pemain Timnas U19 itu tampaknya harus menjalani latihan secara mandiri. Sebab, mayoritas tim-tim Liga 1 kini tengah meliburkan skuad karena ketidakpastian kompetisi.

Seluruh kompetisi di Indonesia mulai Liga 1, Liga 2, Liga 3 sampai kompetisi Elite Pro Academy U20, U18 dan U16 terpaksa mandek karena tidak mendapat izin kepolisian. Uston pun khawatir dengan kondisi fisik pemain timnas.

Baca Juga :


“Kalau saya melihat ketahanan fisik [Timnas U19] sudah terbentuk, cuma perlu ditingkatkan karena nanti lawannya level Piala Dunia,” kata Uston kepada Bolalob, Rabu (28/10/20).

“Cuma sayangnya kompetisi libur. Padahal mungkin maksudnya coach Shin memberi libur [Timnas U19] itu kan biar anak-anak ikut kompetisi,” imbuh eks pemain Timnas Indonesia tahun 1997 sampai 2004 itu.

“Jadi saya pikir bermasalah kalau tidak ada kompetisi, bagaimanapun juga kompetisi adalah salah satu ajang untuk mengasah kemampuan,” kata pelatih yang mampu mengantarkan Persebaya juara Liga 1 U20 tahun 2019 lalu itu.

halaman 2 dari 3
Baca Juga :


Situasi menjadi semakin rumit karena mayoritas tim Liga 1 saat ini masih meliburkan skuadnya. Praktis, para pemain Timnas U19 yang tergabung dalam klub tidak bisa menjalani latihan secara kompetitif di lapangan.

Sambil menunggu TC selanjutnya, kini yang bisa diharapkan hanya latihan secara virtual. PSSI sampai saat ini masih mematangkan sejumlah rencana setelah batal tampil di turnamen di Toulon, Prancis pada 23 Desember.

“Mungkin coach Shin punya metode latihan virtual, karena jangan sampai kondisi pemain bagus, habis itu terlalu lama libur akhirnya drop, rugi kan.” halaman 3 dari 3






Video Trending



Berita Terkait


1606613402679

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?