Mampukah Generasi Emas Baru Amerika Serikat Berbicara Banyak di Piala Dunia?


  •    Robert
  •    11/11/20 - 12:30
  •    15.410

Ilustrasi 5 Pemain muda berbakat AS (Bolalob)
Ilustrasi 5 Pemain muda berbakat AS (Bolalob)

Setelah gagal tampil di putaran final Piala Dunia 2018 untuk pertama kalinya sejak edisi 1990, Amerika Serikat sadar bahwa mereka harus melakukan perubahan radikal dalam sistem sepak bola mereka.

Menambahkan franchise di Major League Soccer tentu menjadi salah satu jawabannya, selain itu mereka menunjuk sosok Gregg Berhalter. Mantan pemain AS yang pernah berkarir di sejumlah klub Eropa, seperti Sparta Rotterdam, Crystal Palace hingga 1860 Munich.

Sistem permainan Berhalter sempat dipertanyakan karena terlalu mudah dibaca oleh lawan. Namun dengan banyaknya pemain yang saat ini tersebar di Eropa membuat Negeri Paman Sam mungkin akan memanfaatkan talenta tersebut.

Baca Juga :


AS terbantu dengan banyaknya pemain yang menimba karir di Eropa, mereka tak mau terlena hanya berada di MLS saja. Selain itu banyaknya pemain keturunan juga menjadi bala bantuan baru bagi AS.

Bukan tak mungkin AS bakal berbicara banyak di kancah Piala Dunia 2022 atau 2026 mendatang, dimana mereka menjadi tuan rumah bersama dengan Meksiko dan Kanada.

Pandemi virus corona memaksa pembatasan perjalanan di sebagain negara begitu juga di AS. Berhalter memanggil pemain yang berbasis di Eropa untuk laga uji coba bulan November ini. Dimana mereka akan menghadapi Wales dan Panama.

Berikut beberapa nama yang menjadi generasi emas AS di tahun-tahun yang akan datang: halaman 2 dari 5
1. Weston McKennie (Juventus)



Penampilan konsistennya bersama Schalke membawa McKennie ke Turin bersama raksasa Italia, Juventus. Ia tak menyia-nyiakan kesempatan itu dengan tampil apik bersama juara Serie A musim ini.

McKennie dikenal karena keserbagunaannya sebagai pemain. Selama bermain di Schalke, McKennie bermain di berbagai posisi termasuk lini tengah, bek tengah, bek sayap, dan bahkan striker. Namun, peran utamanya adalah gelandang box-to-box atau sebagai peran defensif yang lebih dalam.

Atribut utama McKennie adalah kemampuan bertahan dan tingkat kerja serta kemampuannya untuk memenangkan bola kembali. Selanjutnya, operannya memungkinkan dia untuk mendikte aliran permainan dan mendorong bola ke depan dari posisi lini belakang.

2. Christian Pulisic (Chelsea)



Tak ada yang sadar bahwa Pulisic baru berusia 22 tahun. Ia tampil gemilang selama empat musim di Borussia Dortmund sebelum bergabung dengan Chelsea pada musim lalu.

Kekuatan utama Pulisic adalah kecepatan dan insting mencetak golnya. Nuri Şahin rekannya di Dortmund mengatakan: "Dia tidak takut. Dia memiliki kecepatan yang sangat tinggi, tapi yang paling saya sukai adalah sentuhan pertamanya. Saat dia mendapatkan bola, sentuhan pertamanya akan membuka ruang yang sangat besar baginya meskipun tidak ada ruang."

Sejak musim 2018-19, Pulisic paling sering ditempatkan di sayap untuk Dortmund, dan ini terus berlanjut di Chelsea. Karena gaya permainannya, Pulisic sering menjadi sasaran pelanggaran oleh lawan.

Ia diplot sebagai pengganti Eden Hazard yang hijrah ke Real Madrid, sayang ia harus berkutat dengan cedera dan kedatangan nama-nama baru di Stamford Bridge seperti Kai Haverzt. halaman 3 dari 5
3. Sergiño Dest (Barcelona)



Dest menjadi pemain AS pertama yang bermain untuk Barcelona, usai didatangkan dari Ajax musim panas ini. Lahir di Almere dari ibu asal Belanda dan Ayah AS. Penampilan apiknya di musim penuh pertamanya di Ajax membuat Barca meminatinya, usai menjual Nelson Semedo.

Pemain berusia 20 tahun ini adalah seorang bek sayap, ia menggabungkan banyak kualitas kunci yang dibutuhkan sebagai bek sayap, termasuk kekuatan menyerang, permainan bertahan yang solid, serta penguasaan bola yang sangat baik. Dia memiliki kemampuan untuk mengambil pemain dan kecepatannya adalah seimbang untuk maju dan bertahan.

4. Timothy Weah (Lille)



Putra dari presiden Liberia sekaligus mantan pemain AC Milan, George Weah ini memilih membela AS, tempat dimana ia lahir yakni New York. Setelah menjalani masa akademi di NY Red Bulls, ia menandatangani kontrak profesional dengan PSG saat berusia 17 tahun.

Namun dengan banyaknya pemain bintang di tim utama PSG, Weah kurang mendapat kesempatan. Ia sempat menjalani masa pinjaman di Celtic sebelum bergabung dengan Lille pada musim lalu.

Weah mengandalkan kecepatan, dia bisa bermain sebagai winger dan juga seorang pemain depan. Namun salah satu kendalanya adalah ia sering berkutat dengan cedera.

5. Giovanni Reyna (Dortmund)



Darah sepak bola mengalir dari kedua orang tuanya yang sama-sama pemain profesional. Ayahnya Claudio adalah mantan kapten timnas AS dan pernah bermain untuk klub Eropa seperti Rangers, Sunderland dan Manchester City. Sementara sang ibu, Danielle Egan juga pernah memebla timnas wanita AS.

Bahkan Gio lahir di Sunderland, memungkinkannya bermain untuk timnas Inggris, hingga pada akhirnya ia dipanggil oleh timnas senior AS pada bulan ini.

Reyna adalah soerang gelandang serang, ia menjadi pemain termuda AS yang melakoni debut di Bundesliga dalam usia 17 years and 66, mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Pulisic. halaman 4 dari 5
6. Tyler Adams (RB Leipzig)



Salah satu produk dari akademi grup Red Bulls, memulai karir akademi dan profesional bersama New York Red Bulls sebelum dipindahkan ke Jerman untuk bermain dengan Leipzig.

Seorang gelandang tengah yang mobile dalam bertahan dan menyerang. Namun ia masih kesulitan dalam cedera yang menimpanya.

7. Yunus Musah (Valencia)



Melakoni debut profesional tahun ini bersama Valencia, Musah adalah seorang imigran Ghana yang lahir di AS namun tumbuh besar di Italia, sebelum pergi ke Inggris untuk bergabung dengan akademi Arsenal.

Ia bisa membela Ghana, Italia, AS dan Inggris. Namun namapkanya AS bergerak cepat untuk menjadikannya pemain di tim utama.

Masih berusia 17 tahun namun sudah menunjukan permainan yang matang sebagai seorang pemain tengah dan juga sayap. Sepanjang musim 2020-21 ia sudah bermain 8 kali bersama Valencia.

Nama-nama lain yang patut ditunggu aksinya: Chris Richards (Bayern Munchen), Richard Ledezma (PSV), Konrad de la Fuente (Barcelona) dan Nicholas Gioacchini (Caen). halaman 5 dari 5
Terakhir diubah:  12/11/20 - 07:23






Video Trending



Berita Terkait


1608284269307

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?