Persebaya Sebut PSSI dan LIB Tidak Adil Karena Liga 1 Tetap Lanjut Tapi Hak Komersial Terhenti


  •    Rizka Perdana Putra
  •    17/11/20 - 21:30
  •    7.832

Skuad Persebaya Surabaya
Skuad Persebaya Surabaya (persebaya.id)

PSSI lewat Surat Keputusan Nomor: SKEP/69/XI/2020 tanggal 16 November memutuskan untuk tetap melanjutkan kompetisi Liga 1 2020 pada bulan Februari 2021. Persebaya menilai kebijakan tersebut memberatkan klub.  

Lewat surat tersebut, PSSI memutuskan untuk tetap menunda kompetisi Liga 1 2020. Rencananya, lanjutan kompetisi akan diselenggarakan pada bulan Februari 2021. 

“Surat keputusan PSSI ini mengorbankan klub,” kata Manajer Persebaya, Candra Wahyudi, Selasa (17/11/20). 

“Sudah berbulan-bulan klub menanggung beban finansial tanpa ada pemasukan karena liga tidak jalan. Sekarang masih harus menanggung beban yang sama. 

“Di sisi lain, PSSI dan PT LIB dengan santainya menghentikan hak komersial klub dengan alasan liga tidak bisa jalan. Sangat tidak fair bagi klub,” tegas Candra.

Baca Juga :


Ya, jika kompetisi Liga 1 2020 tetap dilanjutkan, idealnya pembayaran hak komersial juga masih berjalan. Akan tetapi, PSSI baru bisa menjanjikan pembayaran hak komersial ketika kompetisi dimulai bulan Februari mendatang.

Artinya, klub-klub Liga 1 termasuk Persebaya harus mencari sumber dana secara mandiri untuk membiayai operasional klub sampai bulan Januari tahun depan. Padahal, pemasukan klub juga seret karena kompetisi tidak berjalan.

“Janji Ketua Umum PSSI untuk memenuhi hak klub seperti yang disampaikan saat extraordinary meeting di Jogja pada 13 Oktober juga tidak terbukti. Ketum memerintahkan PT LIB untuk memenuhi hak klub, tapi hal itu tidak dilakukan,” ucap Candra kecewa.

halaman 2 dari 3
Selain memutuskan status Liga 1, PSSI juga telah menetapkan aturan gaji pemain, pelatih dan staf untuk bulan Oktober sampai Desember. Klub boleh melakukan pembayaran maksimal 25 persen dari perjanjian kerja.

Klub kemudian boleh melakukan negosiasi ulang kontrak dengan pemain ketika liga sudah berjalan. Besaran renegosiasi kontrak berada di kisaran 50 persen dari perjanjian kerja untuk klub Liga 1 dan 60 persen untuk klub Liga 2.

Persebaya akan mempelajari lebih dulu detail surat keputusan tersebut sebelum mengambil kebijakan dan melakukan negosiasi dengan pemain. 

“Terkait hak untuk pemain dan pelatih, tentu akan disesuaikan dengan kemampuan finansial klub. PSSI memberi catatan maksimal 25 persen, berarti bisa kurang dari angka tersebut.”

Baca Juga :

halaman 3 dari 3






Video Trending



Berita Terkait


1610802002975

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?