Frank Lampard Akui Menjadi Pelatih Jauh Lebih Sulit Daripada Menjadi Pemain


  •    I Ngurah Made Wirya Darma
  •    19/11/20 - 10:00
  •    1.165

Frank Lampard, manajer Chelsea
Frank Lampard, manajer Chelsea (BBC Sport)

Manajer Chelsea Frank Lampard mulai merasakan bila menjadi pelatih jauh lebih sulit daripada sebagai seorang pemain. Menurutnya menjadi seorang pelatih benar-benar membuatnya dihadapkan dengan berbagai masalah setiap harinya. 

"Kehidupan seorang pemain adalah gelembung keegoisan sampai taraf tertentu. Fakta dan realita yang saya sadari sekarang ini jauh lebih sulit daripada bermain dalam hal konsumsinya," ujar Lampard kepada BBC Sport.

"Kehidupan seorang manajer adalah 25 orang dalam skuad, staf dalam pembentukannya, masalah-masalah dengan departemen-departemen yang berbeda. Ini sangat jauh dari sepak bola."

"Ketika Anda bekerja untuk lencana kepelatihan, Anda harus meluangkan waktu. Kemudian ketika Anda mulai melakukannya, Anda harus berlatih, Anda harus gagal, dan memiliki hubungan yang dengan orang-orang yang tidak pernah Anda miliki sebagai pemain."

"Para pemain dapat dengan mudah duduk disana dan mengatakan mereka ingin menjadi seorang manajer, kemudian mereka berkata: 'Sebenarnya saya ingin menjadi seorang pundit.' Saya menghormati itu karena menjadi pundit juga sulit, tapi dalam hal manajer, saya ingin menguji kualitas."

"Seorang manajer mendapat 50 masalah sehari. Ini jauh lebih melelahkan, tapi saya sangat menyukainya dan tidak bisa hidup tanpa hal tersebut." tutup Lampard. 

Baca Juga :


Frank Lampard memang menikmati karier yang sukses selama 13 tahun bermain untuk The Blues. Ia sukses menjadi topskor klub sepanjang masa, kendati posisinya adalah seorang gelandang.

Lampard, yang bergabung ke Stamford Bridge pada tahun 2001, membantu skuad The Blues meraih total 13 trofi, termasuk tiga Liga Primer Inggris, empat Piala FA, dan tentunya satu yang tidak terlupakan adalah trofi Liga Champions.

Mantan pemain tim nasional Inggris itu meninggalkan Chelsea pada 2014, dan sempat memperkuat Manchester City dan New York City sebelum akhirnya memutuskan gantung sepatu pada Februari 2017.

Sebagai pelatih, Lampard merasakan pengalaman pertamanya bersama Derby County pada tahun 2018. Ia membawa The Rams finis di peringkat keenam di Championship di musim pertamanya di Pride Park. 

Pria berusia 42 tahun itu pun kembali ke Chelsea pada musim panas tahun 2019 lalu, dengan ditunjuk sebagai manajer dengan kontrak tiga tahun untuk menggantikan manajer Chelsea sebelumnya Maurizio Sarri.

Chelsea pun finis di peringkat keempat di Liga Primer Inggris musim 2019/20 di bawah kepemimpinan Lampard. Pencapaian tersebut juga lantas membuat Lampard mendapat banyak pujian karena mempromosikan sejumlah bintang akademi akibat sanksi transfer yang dikenakan FIFA.
halaman 2 dari 2






Video Trending



Berita Terkait


1611400201920

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?