Arema FC Tidak Larang Pemainnya Ikut Tarkam, Namun Ada Syaratnya


  •    Rizqi Ariandi
  •    22/11/20 - 07:30
  •    489

General Manager (GM) Arema FC, Ruddy Widodo saat memberikan keterangan kepada awak media
General Manager (GM) Arema FC, Ruddy Widodo saat memberikan keterangan kepada awak media. (Sumber foto:ongisnade)

Manajemen Arema FC angkat bicara soal fenomena pemain profesional ikut tarkam di tengah ketiadaan kompetisi akibat PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) tidak mendapat izin kepolisian. Arema secara terang-terangan tidak melarang pemainnya ikut tarkam, namun konsekuensinya harus ditanggung sendiri.

Menurut General Manager (GM) Arema FC, Ruddy Widodo, pihaknya sudah menyampaikan pesan kepada para pemain lewat asisten pelatih Kuncoro agar berhati-hati ketika menerima tawaran mengikuti tarkam atau sekadar bermain sepak bola bersama teman-temannya.

Pasalnya, bila sesuatu yang tidak diinginkan terjadi seperti cedera, maka klub tidak akan menanggung biaya pengobatan dan perawatan.

Baca Juga :


"Saya secara tertulis tidak melarang," kata Ruddy.

"Kendati demikian, saya sudah pesan melalui Kuncoro (asisten pelatih Arema FC) supaya hati-hati," tuturnya.

"Apabila ikut tarkam lalu injured (cedera), manajemen tidak akan ikut merawat," ujarnya menambahkan.

Baca Juga :


Ruddy memahami jika ada pemainnya yang ngotot untuk mengikuti tarkam meski risikonya tinggi.

Pasalnya, meski masih menerima gaji sebesar 25 persen dari nilai kontrak, namun uang yang didapatkan dari tarkam bisa lebih besar ketimbang yang diterima dari klub saat ini.

"Jumlah 25 persen itu kalau bayarannya Rp100 juta ke atas masih bisa dirasakan. Namun, kalau bayarannya kecil, ya nangis,"

"Yang penting hati-hati," halaman 2 dari 2





Video Trending



Berita Terkait


1617185401525

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?