Persebaya Bisa Tampil di Level Asia Memang Bergengsi, Namun Kenapa Harus Paksakan Diri?


  •    Rizka Perdana Putra
  •    22/11/20 - 18:00
  •    4.993

Skuad Persebaya Surabaya
Skuad Persebaya Surabaya (persebaya.id)

Persebaya Surabaya tidak termasuk ke dalam salah satu klub yang lolos AFC Club Licensing Cycle 2020. Meski begitu, manajemen Persebaya memang tidak memaksakan diri untuk memenuhi persyaratan musim ini.

Menurut sekretaris tim Ram Surahman, setidaknya ada dua alasan mengapa Persebaya tidak memaksakan diri. 

Pertama, waktu yang diberikan untuk memenuhi 5 aspek penilaian [sporting, infrastruktur, SDM dan administrasi, legal, finansial] dinilai sangat pendek. Persebaya kesulitan untuk memenuhi segala persyaratan, terutama aspek finansial.

“Waktu yang diberikan pada klub sangat pendek. Mulai 18 September - 21 Oktober. Artinya ada 32 hari yang dimiliki klub untuk penuhi 5 aspek yang diwajibkan,” kata Ram lewat akun Twitter pribadinya.

“Waktu sependek itu tidak cukup bagi klub penuhi aspek finance. Pasalnya, harus disertakan hasil audit. Pengalaman tahun lalu, untuk audit saja minimal butuh waktu sebulan lebih.”

Baca Juga :


Kedua, terkait dengan aspek infrastruktur. Saat ini, kandang Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) tengah direnovasi untuk persiapan Piala Dunia U20 2021. Green Force tampaknya tidak akan bisa menggunakan Stadion GBT sampai pertengahan tahun depan.

“Kendala lain adalah infrastruktur. Stadion GBT tidak bisa didaftarkan karena proses renovasi. Gelora Delta sempat diajukan. Tetapi dapat info, lampunya belum 1200 lux seperti yang disyaratkan AFC. 

“Tim Licensing PSSI sodorkan nama Stadion Pakansari Bogor. [Tapi] yakin mau main di sana? Apalagi tanpa penonton?” ucap Ram.

halaman 2 dari 3
Karena itu Persebaya memilih untuk tidak memaksakan diri memenuhi segala syarat lisensi profesional AFC tahun ini. Kans Persebaya --yang finis di posisi runner-up Liga 1 2019--  untuk tampil di kancah Asia juga dipastikan tertutup.

“Bisa tampil di level Asia memang bergengsi. Namun kenapa harus paksakan diri bila menjadi susah pada akhirnya nanti?” tegas Ram.

“Musim ini dioptimalkan untuk konsolidasi. Situasi cukup berat akibat pandemi.

“Jadi, semua keputusan murni diambil karena perkembangan obyektif yang ada. Klub telah mengukur diri.  Dan, tahun ini putuskan tidak memaksakan diri.”

Baca Juga :


Meski begitu, Persebaya tetap berharap bisa kembali mendapat lisensi profesional AFC tahun depan, yaitu ketika situasi sepak bola sudah jauh lebih baik dari saat ini.

“Club Licensing tiap tahun diperbarui. Artinya, kesempatan akan datang kembali. Semoga situasi tahun depan iklim sepak bola Indonesia lebih baik lagi. Dan Persebaya bisa ambil bagian kembali.

Tahun ini ada enam klub yang dinyatakan lolos AFC Licensing Cycle 2020. Mereka adalah Bali United, Persipura, Bhayangkara FC, Borneo FC, Persib, dan Arema FC. Sedangkan satu klub lagi yaitu Persija Jakarta kabarnya masih melakukan banding.

“Selamat kepada enam klub yang telah kantongi lisensi musim ini. WANI”
halaman 3 dari 3






Video Trending



Berita Terkait


1605623402298

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?