Parade Wonderkid Borussia Dortmund: Dari Haaland, Sancho Hingga Moukoko


  •    Rizka Perdana Putra
  •    25/11/20 - 08:40
  •    900

Giovanni Reyna (dua dari kiri), Erling Haaland dan Jude Bellingham
Giovanni Reyna (dua dari kiri), Erling Haaland dan Jude Bellingham (Alexandre Simoes/Getty)

Borussia Dortmund musim ini tak henti-hentinya memunculkan pemain muda potensial. Tercatat, ada lima pemain berstatus wonderkid yang sudah dan akan menjadi pemain kunci di skuad Die Borussen.

Sebuah tim memiliki satu atau dua wonderkid mungkin sudah biasa, namun  Dortmund punya lima wonderkid sekaligus. Tak heran, laman resmi Bundesliga menyebut Dortmund sebagai ‘tempat terbaik bagi talenta muda untuk bersinar’.

Kelima pemain itu tidak hanya menjadi pelapis, tapi juga bisa bersaing memperebutkan tempat di tim utama. Bahkan, beberapa diantaranya sudah menjadi pemain kunci dalam tim.

Baca Juga :

halaman 2 dari 7
Jadon Sancho (20 tahun)

The Fabulous Five milik Dortmund diawali dari Jadon Sancho. Ia hanya butuh waktu dua bulan untuk menjalani debut di tim utama Dortmund, setelah direkrut dari Manchester City awal musim 2017/18. Saat itu, Sancho baru berusia 17 tahun.

Berbagai rekor kemudian diraih oleh Sancho: Pencetak gol Inggris termuda di Bundesliga. Pemain Inggris termuda kedua yang mencetak gol di Liga Champions. Pemain termuda Dortmund yang mencetak brace di Bundesliga. Pemain termuda yang mencapai 10 gol, 15 gol dan 20 gol di Bundesliga. 

Musim lalu, Sancho menjadi motor utama serangan Dortmund. Ia mencetak 17 gol dan 16 assist. Perkembangannya yang begitu pesat membuat Sancho mulai diperhitungkan sebagai salah satu winger kelas dunia di usia 20 tahun.

Baca Juga :
halaman 3 dari 7
Erling Haaland (20 tahun)

Haaland berhasil mencuri perhatian selama dua tahun membela Red Bull Salzburg dari 2018 sampai 2019. Pemuda asal Norwegia itu mencetak 30 gol hanya dari 30 laga [10 diantaranya turun sebagai pemain cadangan] bersama Salzburg.

Namanya masuk dalam buku sejarah ketika berhasil mencetak 9 gol dalam satu pertandingan di Piala Dunia U20 2019. Ketika itu Norwegia mampu menang telak 12-0 atas tim Amerika Utara, Honduras.

Ketajaman anak mantan gelandang Liga Premier Inggris Alf-Inge Haaland itu tidak hilang ketika bergabung dengan Dortmund awal tahun 2020. Selama 11 bulan terakhir, dia mencetak 35 gol dari 34 laga untuk Die Borussen.

Tak heran, Haaland akhirnya mendapat penghargaan pemain muda terbaik yang bermain di Eropa, Golden Boy 2020. Sebuah penghargaan tahunan bergengsi yang pemenangnya dipilih oleh jurnalis sepak bola di Eropa.


Baca Juga :
halaman 4 dari 7
Giovanni Reyna (18 tahun)

Sama seperti Haaland, darah pesepak bola mengalir deras dalam diri Reyna. Kedua orang tuanya, Claudio Reyna dan Danielle Egan merupakan mantan pemain Timnas Amerika Serikat. 

Reyna kemudian punya keterkaitan yang cukup unik dengan Haaland. Claudio (ayah Reyna) merupakan pengganti Alf-Inge (ayah Haaland) di Manchester City awal musim 2000-an.

Selain itu, Reyna juga menjalani debut di laga yang sama dengan Haaland, yakni ketika Borussia Dortmund bertanding melawan Augsburg 18 Januari 2020. Reyna saat itu tampil selama 18 menit sedangkan Haaland 34 menit.

Setelah laga tersebut Reyna sudah mencetak 6 assist dengan 5 diantaranya diberikan untuk Haaland. 

Reyna juga punya beberapa rekor pribadi seperti pemain Bundesliga termuda yang mencetak hat-trick assist [ketika Dortmund menang 4-0 atas Freiburg 3/10/20] dan pemain Amerika Serikat termuda kedua yang mencetak gol di Bundesliga setelah Christian Pulisic. 

Baca Juga :
halaman 5 dari 7
Jude Bellingham (17 tahun)

Sancho telah mengubah anggapan pemain muda Inggris kesulitan meraih sukses di luar Liga Inggris. Kesuksesan Sancho itu akhirnya mampu menarik minat talenta muda Inggris lain, Jude Bellingham.

Meski baru bergabung dari Birmingham City musim ini, Bellingham sudah tampil dalam 11 dari 12 pertandingan Dortmund. Pemain 17 tahun itu juga turun dalam 4 pertandingan Dortmund di Liga Champions.

Bellingham menjadi termuda yang memberikan assist di Bundesliga sejak pengumpulan data dimulai pada tahun 2000. 

Bermain lebih ke belakang dibanding Reyna, kontribusi Bellingham tidak dapat dihitung dari jumlah gol dan assist. Perannya lebih menonjol sebagai gelandang box-to-box yang bergerak dinamis.

Baca Juga :
halaman 6 dari 7
Youssoufa Moukoko (16 tahun)

Nama terakhir yang muncul adalah Youssoufa Moukoko. Tiga tahun lalu ketika usianya menginjak 13 tahun, pemain didikan akademi Dortmund itu sudah mengungkapkan tiga ambisi besarnya: menjadi pemain profesional, juara Liga Champions bersama Dortmund, dan memenangkan Ballon d'Or.

Ambisi besar Moukoko itu memang ditunjang dengan kemampuan mumpuni. Dalam 84 pertandingan bersama tim Dortmund U17 dan U19 Moukoko mampu mencatatkan 128 gol.

Pekan lalu, Moukoko pun mencetak sejarah baru. Di usia 16 tahun, ia menjadi pemain termuda yang pernah tampil di Bundesliga.


Kehadiran Moukoko, Sancho, Reyna, Haaland dan Bellingham menandai era baru bagi Dortmund. The Fabulous Five diharapkan mampu mengakhiri puasa gelar Bundesliga Dortmund sejak musim 2011/12.

Baca Juga :

halaman 7 dari 7





Video Trending



Berita Terkait


1618449002110

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?