Zlatan Ibrahimovic: Saya Kembali untuk Mengubah Mentalitas AC Milan


  •    Rizka Perdana Putra
  •    01/12/20 - 13:30
  •    1.641

Zlatan Ibrahimovic
Zlatan Ibrahimovic (AFP)

Zlatan Ibrahimovic sebenarnya sudah mempertimbangkan untuk pensiun dari sepak bola profesional seusai membela LA Galaxy. Akan tetapi striker 39 tahun itu memutuskan untuk mengambil tantangan mengembalikan kejayaan AC Milan.

Ibrahimovic mulanya diragukan bisa tampil optimal bersama AC Milan. Maklum, usianya sudah menginjak kepala empat tahun depan.

Namun, eks pemain Barcelona dan Inter itu mampu menjawab kritik. Ia menjadi aktor utama meningkatnya performa AC Milan sepanjang tahun 2020. 

Ibrahimovic kini berada di puncak daftar pencetak gol terbanyak Serie A dengan torehan 10 gol hanya dari 6 kali penampilan. Total, sejak Januari lalu Ibrahimovic sudah mencetak 22 gol dari 30 pertandingan AC Milan di semua ajang.

“Semua mantan pemain yang telah kembali ke Milan kebanyakan tidak memenuhi standar, mereka mengalami kegagalan,” kata Ibrahimovic kepada UEFA.

“Apa perbedaan dalam kasus saya? Saya menjawab dengan sederhana bahwa saya tidak pernah kehilangan hasrat untuk apa yang saya lakukan. Setiap kali saya pergi ke lapangan, saya merasa seperti anak kecil yang makan permen untuk pertama kalinya. Saya mengerti bahwa bola adalah sahabat saya dan saya ingin bersama sahabat saya selama sisa hidup saya.

“Hidup adalah tentang tantangan. Saya sebenarnya merasa sudah cukup dan saya mulai bertanya apakah akan melanjutkan (karir di sepak bola) atau tidak.

“Tapi saya mendapat sebuah tantangan besar kembali kesini (AC Milan), mencoba untuk mengubah mentalitas, mencoba mengubah situasi dan membuat para pemain memahami tentang apa Milan itu. Milan yang saya kenal, Milan yang dikenal seluruh dunia.”

halaman 2 dari 4
Baca Juga :


Memberi Tekanan Kepada Rekan Satu Tim


Untuk mewujudkan mentalitas yang diinginkan, Ibrahimovic tidak segan untuk memberi tekanan kepada pemain lain. Harapannya tentu semua pemain AC Milan menunjukkan performa optimal di lapangan.

“Ketika saya bermain, saya membawa karakter saya, kepribadian saya dan jelas kualitas saya ke lapangan. Saya memberi banyak tekanan pada rekan satu tim saya, saya mencoba untuk memaksimalkan masing-masing dari mereka.

“Beberapa menerima dengan cara yang baik, yang lain sedikit kurang, beberapa tidak dapat menanganinya. Mereka merasa sangat sulit dalam arti bahwa ketika anda tampil maka anda harus menampilkan performa terbaik, dan saya memutuskan untuk memberikan yang terbaik setiap hari. Cara anda berlatih adalah cerminan anda bermain.”

“Mau tua atau muda saya akan memberikan tekanan yang sama kepada anda, karena anda berada disini ada alasannya: anda di sini karena anda cukup baik.

“Tapi di luar lapangan, jika anda masih muda jelas saya berbicara dengan anda secara berbeda, saya memperlakukan anda berbeda, perilakunya tidak sama dibandingkan dengan yang lebih tua. Tapi di lapangan, mereka semua sama bagi saya.
halaman 3 dari 4
Baca Juga :


Tidak Pernah Puas


Selain memberikan tekanan kepada rekan satu tim, Ibrahimovic juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah puas. Mentalitas seperti itulah yang membuat dirinya mampu tampil konsisten sampai saat ini.

“Saya tidak pernah puas, saya selalu menginginkan lebih dan mungkin itulah sebabnya saya ada di sini hari ini dan saya dapat melakukan apa yang seharusnya saya lakukan.

“Saya tidak melihat banyak pemain, baik dulu atau sekarang, mampu tampil seperti yang saya lakukan. Saya menganggap diri saya seperti Benjamin Button, saya semakin muda setiap hari. Saya perlu merasa hidup, untuk merasa bahwa saya masih mampu memberikan sesuatu.”

Baca Juga :

halaman 4 dari 4






Video Trending



Berita Terkait


1611585001463

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?