Fakta Menarik Usai Ulsan Hyundai Meraih Gelar Juara Liga Champions Asia 2020


  •    Robert
  •    21/12/20 - 18:00
  •    10.474

Ulsan Hyundai juara Liga Champions Asia 2020 (AFC)
Ulsan Hyundai juara Liga Champions Asia 2020 (AFC)

Ulsan Hyundai dari Korea Selatan mengalahkan Persepolis asal Iran 2-1 di Qatar untuk menjadi juara Liga Champions Asia. Dua gol dari striker Brazil Junior Negrao memberi the Tigers kemenangan untuk ajang tertinggi di benua ini.

Baca Juga :


Persepolis unggul lebih dulu di menit ke-45 lewat sepakan terukur Mehdi Abdi.

Pertandingan Liga Champions Asia dihentikan sementara awal tahun ini akibat pandemi Covid-19 dan dilanjutkan lagi September ketika Qatar menjadi tuan rumah untuk tim-tim Asia Barat yang dipusatkan di sebuah gelembung bio-secure.

Persepolis lolos ke final dari turnamen mini di gelembung itu, sebelum Ulsan lolos melalui format yang sama yang diadakan di Doha sejak pertengahan November yang diikuti tim-tim Asia Timur.

Beberapa fakta menarik tercipta usai laga final ini berikut daftarnya:
  • Ini merupakan gelar kedua Ulsan Hyundai setelah mereka memenangkannya di tahun 2016.
  • Tim asal Korea Selatan secara total sudah memenangkan 12 gelar di ajang Liga Champions Asia.
  • Ulsan bergabung dengan Seongnam FC, Jeonbuk Hyundai Motors dan Suwon Samsung Bluewings dalam meraih dua gelar. Pohang Steelers memimpin dengan tiga gelar.
halaman 2 dari 3
  • Kekalahan Persepolis membuat klub Iran kembali gagal menjadi juara Liga Champions Asia sejak 1993 lalu.
  • Striker Brasil, Júnior Negrão mencetak 7 gol dalam turnamen ini. Menyamai torehan milik Abderrazak Hamdallah (Al-Nassr). Namun penyerang asal Maroko yang sukses meraih gelar sepatu emas karena lebih sedikit mencetak gol dari titik penalti.
  • Gelandang Ulsan, Yoon Bit-garam menjadi pemain terbaik pada ajang ini. Uniknya ini adalah musim perdananya bersama Ulsan usai pindah dari Jeju United di awal musim.
  • Pelatih Ulsan, Kim Do-hoon telah menjadi orang pertama yang bermain dan melatih di final Liga Champions Asia, setelah mewakili Seongnam Chunma Ilhwa di final 2004 yang mereka kalahkan Al Ittihad dari Arab Saudi secara agregat 6-4, dan 16 tahun kemudian ia memenanginya sebagai pelatih.
  • Ulsan di kancah domestik gagal meraih gelar, mereka finis di posisi runner-up K League 1 dan juga Piala Korea.
  • Sejak datang ke Qatar untuk melanjutkan turnamen ini dengan sistem bubble, Ulsan tak pernah kalah. Meraih lima kemenangan di fase grup. Begitu juga di babak fase gugur, empat kemenangan beruntun membawa mereka meraih gelar juara.
halaman 3 dari 3
Terakhir diubah:  22/12/20 - 11:43





Video Trending



Berita Terkait


1612395001416

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?