Bukan Bek Tengah, Matthijs de Ligt Justru Idolakan Dua Sosok Gelandang Bertahan


  •    Rizka Perdana Putra
  •    26/12/20 - 17:30
  •    2.753

Matthijs de Ligt
Matthijs de Ligt (Juventus.com)

Matthijs de Ligt kini dikenal sebagai salah satu bek muda paling potensial di dunia. Namun, siapa sangka ia justru mengawali karirnya di posisi gelandang. Pemain 21 tahun itu punya dua sosok gelandang bertahan yang dijadikan panutan dalam bermain.

De Ligt bergabung dengan Juventus dari Ajax Amsterdam pada musim panas 2019. Meski berusia cukup muda, de Ligt langsung menjadi pilihan utama di Turin. 

Musim lalu ia tampil dalam 29 kali pertandingan dan mampu berduet dengan cukup apik bersama bek senior Leonardo Bonucci. Ia pun turut berkontribusi mengantarkan Juventus meraih gelar juara Serie A musim 2019/20.

Nah, meski kini tampak tak tergantikan di posisi bek tengah, tapi de Ligt sebenarnya berposisi asli sebagai gelandang. Ia pun mengaku terinspirasi dari sosok Sergio Busquets dan Andrea Pirlo.

“Saat saya berusia 15 tahun, saya bermain di lini tengah. Saya nomor 6 dan model saya ada dua: Sergio Busquets dan Pirlo,” kata de Ligt dalam sebuah wawancara khusus dengan The Athletic.

Baca Juga :

halaman 2 dari 3
Tapi, de Ligt kini terus belajar untuk menjadi bek tengah yang tangguh. Beruntung, di Juventus ia pun bisa belajar dari bek senior seperti Bonucchi dan Giorgio Chiellini.

“Saya sangat beruntung, karena saya bermain dengan semua pemain yang saya tonton ketika saya masih muda.

“Bonucci sangat bagus dalam membangun serangan dari belakang, jadi saya berbicara dengannya dan melihat apa yang dia lakukan. Chiellini juga sangat pandai ketika marking dan saya mencoba belajar darinya juga. 

“Kemudian berduet dengan (Virgil) van Dijk (di Timnas Belanda). Tapi pada akhirnya, penting untuk mengembangkan permainan anda sendiri dan tidak meniru seseorang. Ini tentang mencoba untuk meningkatkan kemampuan sebanyak mungkin.”

Baca Juga :


De Ligt pun kini tertantang untuk menunjukkan yang terbaik bersama Juventus di Serie A. Ia pun tidak menyesal bermain di Serie A meski sebenarnya musim lalu punya kans untuk bermain di La Liga bersama Barcelona.

“Sebagai seorang  bek non-Italia, ini sebuah tantangan untuk bermain di Italia. Tapi saya suka tantangan besar. Saya pikir ini adalah tempat terbaik untuk saya dan saya tidak menyesali pilihannya. Saya sangat senang." halaman 3 dari 3








Video Trending



Berita Terkait


1624064401845

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?