Kaleidoskop 2020: Ciao, Diego Maradona Si Anak Emas yang Kontroversial


  •    Adil Pradipta
  •    31/12/20 - 21:10
  •    814

Kaleidoskop 2020 Diego Maradona (Bolalob)
Kaleidoskop 2020 Diego Maradona (Bolalob)

Tahun 2020 membuat dunia sepak bola digelayuti awan kelabu bukan hanya karena pandemi COVID-19. Tahun ini juga ditandai momen berduka berpulangnya legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona.

Maradona dinyatakan meninggal akibat serangan jantung. Sang juara Piala Dunia 1986 itu menghembuskan nafas terakhir pada 25 November lalu di rumahnya di Buenos Aires, Argentina dalam usia 60 tahun.

Baca Juga :


Sebelumnya Maradona berhasil menjalani operasi penyumbatan darah di otak. Sosok legendaris yang dianggap sebagai salah satu pemain bola terbaik dunia ini juga diketahui menjalani perawatan untuk ketergantungan alkohol.

Pemerintah Argentina menetapkan tiga hari berkabung sebagai penghormatan terhadap El Pibe de Oro alias Si Anak Emas. Ribuan orang berbondong-bondong melayat untuk mengucapkan perpisahan terakhir kepada jenazah Maradona yang disemayamkan di Istana Presiden Casa Rosada.

Maradona memang selalu akan dikenang. Meski pencetak gol 'Tangan Tuhan' itu kontroversial di luar lapangan, kiprahnya sebagai pemain bola ditorehkan dalam tinta emas. halaman 2 dari 3
Di level klub, dia pernah membela Boca Juniors, Barcelona, hingga abadi dicintai suporter Napoli usai mengantarkan klub Italia selatan itu menjuarai Serie A dua kali.

Di level timnas, Maradona debut sejak usia 16 tahun dan 120 hari. Dia pernah membela timnas Argentina sebanyak 91 pertandingan mencatatkan 34 gol.

Dari catatan empat kali bertanding di Piala Dunia, penampilan Maradona bersama Albiceleste di Piala Dunia 1986 Meksiko merupakan salah satu momen terbaik sepanjang sejarah sepak bola.

Baca Juga :


Di perempat final melawan Inggris, pemain yang identik dengan nomor punggung 10 ini meliuk-liuk menggiring bola dari tengah lapangan dan seorang diri meruntuhkan pertahanan The Three Lions. Gol yang diingat sebagai gol terbaik abad ini.

Maradona yang menjadi ruh permainan Tim Tango menuntaskan perjuangannya dengan persembahan trofi Piala Dunia usai mengalahkan Jerman Barat. halaman 3 dari 3
Sayangnya Maradona juga punya sisi buruk, dia pernah terlibat sindikat kejahatan dan ketergantungan obat-obatan terlarang. El Diego ketahuan menggunakan doping di Piala Dunia 1990 dan terungkap mengkonsumsi ephedrine sampai dikeluarkan dari timnas di Piala Dunia 1994.

Dua sisi dari sosok yang menginspirasi di lapangan dan menjadi pengingat pahitnya kenyataan hidup di luar lapangan.

Baca Juga :


Pelatih Liverpool Jurgen Klopp merangkumnya dengan, "Anda bisa melihat Diego seorang pesepakbola yang luar biasa, lalu ada Maradona yang berjuang dengan semua masalah di sekitarnya karena saat Anda muda dan orang-orang menggilai ke mana pun Anda pergi, hal itu tidak mudah."

"Dia sudah melalui perjuangannya sebanyak 100 persen tapi saya akan merindukan Diego dan Maradona. Seorang pesepakbola yang tiada tanding. Luar biasa."

Ciao, Diego.





Video Trending



Berita Terkait


1612432801956

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?