Sudah Dua Tim Liga 1 Memutuskan untuk Bubar, Siapa Selanjutnya?


  •    Robert
  •    08/01/21 - 15:00
  •    3.345

Persipura Jayapura (akurat)
Persipura Jayapura (akurat)

Ketidakjelasan lanjutan kompetisi Liga 1 membuat beberapa klub memutuskan untuk membubarkan tim secara sementara.

Madura United menjadi tim pertama yang mengumumkan hal tersebut, melalui Presiden klub, Achsanul Qosasi. Hal ini dilakukan oleh Laskar Sape Kerab karena banyaknya kontrak pemain habis di bulan Desember.

"Pemain kita bubarkan. Kami tidak ingin larut dalam pandemi ini. Ketidakjelasan ini sulit diungkap untuk sekedar berharap," tulis pria yang akrab disapa AQ itu dalam kutipan di sebuah kiriman.

Baca Juga :


Sikap pembubaran ini bukan tidak berarti Madura United bangkrut. Mereka hanya membubarkan skuad yang telah mereka punya untuk musim 2020.

Madura United ingin fokus pada evaluasi pada manajemen. Satu di antaranya adalah upaya mendapatkan kembali lisensi klub profesional AFC. halaman 2 dari 4
Selain Madura United, klub yang membubarkan diri adalah Persipura Jayapura. Keputusan ini diambil jajaran manajemen Persipura karena mereka kesulitan mendapatkan dana untuk membiayai operasional tim, terutama gaji pemain.

Hal ini tidak terlepas dari keputusan sponsor utama Persipura, Bank Papua, yang menarik dukungannya untuk tim yang diarsiteki oleh Jacksen Ferreira Tiago itu.

Baca Juga :


"Hari ini, Rabu 6 Januari 2021, kami putuskan Persipura hentikan seluruh aktifitas. Situasi finansial semakin sulit bagi kami untuk terus membayar gaji pemain, pelatih, dan seluruh ofisial, hal ini karena Bank Papua sudah memastikan bahwa mereka tidak dapat membayarkan sisa kontrak (senilai) Rp5 Miliar," kata Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano dalam rilisnya.

"Jadi terhitung sejak kompetisi terhenti bulan Maret lalu, Persipura Jayapura hanya disokong oleh PT Freeport, Kuku Bima, dan anggaran dari manajemen. Walaupun kompetisi tidak berjalan, tetapi kami tetap membayar gaji seluruh pemain, pelatih, dan ofisial," ujarnya menambahkan. halaman 3 dari 4
Melihat tren pembubaran tim, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, menyebut pihaknya menyayangkan kejadian tersebut. Meski begitu, ia juga memaklumi keputusan itu, karena beban yang ditanggung klub selama pandemik COVID-19 ini cukup besar.

"Ini kan kondisi sekarang beberapa klub sudah membubarkan tim. Pertimbangan kita juga bagaimanapun itu kondisi yang berat sih, sekarang. Kami sebetulnya menyayangkan, tapi memaklumi juga kondisi itu," ujar Akhmad dikutip dari IDN Times.

"Karena memang situasinya tidak jelas, izin belum keluar kan. Kasihan pemain sekarang tidak punya kontrak, tapi klub juga jadi beban kalau harus bayar terus, tidak ada pertandingan kan. Harapan sih, izin segera keluar sehingga ini bisa menjadi solusi," lanjut dia.

Baca Juga :


Hingga saat ini PSSI terus berkomunikasi dengan pihak terkait termasuk Kepolisian untuk kelanjutan Liga 1 dan 2. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa akan terus berupaya untuk melanjutkan kompetisi lagi.

"Terkait Liga, PSSI bersama PT LIB (Liga Indonesia Baru) terus mengusahakan agar kompetisi bisa berjalan lagi secepatnya. Koordinasi dan silaturahmi dengan berbagai pihak terkait terus dilaukan, serta surat resmi kepada pihak kepolisian telah dilayangkan sebanyak tiga kali," kata Iriawan dalam pernyataan resminya di akun instagram PSSI.

"Kini semua berpulang kepada kepolisian. Apa pun keputusan kepolisian, PSSI tunduk dan patuh," tuturnya lagi. halaman 4 dari 4





Video Trending



Berita Terkait


1614945601645

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?