Implementasikan instruksi Presiden, PSSI Bentuk Tim Ad-Hoc


  •    Rizqi Ariandi
  •    14/01/21 - 06:10
  •    1.593

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan ketika memberikan arahan pada tim Ad-Hoc yang dibentuk untuk mengimplementasikan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepak bolaan Nasional (P3N)
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan ketika memberikan arahan pada tim Ad-Hoc yang dibentuk untuk mengimplementasikan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepak bolaan Nasional (P3N). (sumber foto:PSSI)

PSSI membentuk tim Ad-Hoc untuk mengimplementasikan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepak bolaan Nasional (P3N). Tim Ad-Hoc ini berisikan 18 orang yang diketuai oleh Agus Ambo Djiwa MP.

Agus mengatakan, konsen PSSI dalam hal ini berkaitan dengan upaya meningkatkan kuantitas dan kualitas para pesepak bola di Tanah Air.

Menurut data yang ia terima, ada sekitar 77 persen masyarakat Indonesia yang begitu menggemari sepak bola, namun hanya 17 persen di antaranya yang aktif bermain si kulit bundar itu.

Baca Juga :


"Saat ini ada 7 PPLP yang tersebar di 7 provinsi, 1 SKO Ragunan dan 1 PPLM di Purwakarta belum berfungsi sebagai sarana pengembangan bakat elite pesepak bola atau akademi kelas Asia dan dunia," kata Agus.

"PSSI yang rutin menggelar kompetisi professional tidak memiliki akademi berkualitas di Asia atau dunia, sehingga kesulitan men-suplly pemain muda berbakat untuk menjadi andalan timnas nasional. Sekolah sepak bola (SSB) juga belum memiliki standar kualitas yang seragam,’’ ujarnya menambahkan.

Baca Juga :


Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan ke depannya ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti perbaikan kompetensi kepelatihan dan perwasitan, lalu tata kelola kompetisi yang lebih baik.

"Dengan Inpres Nomor 3 Tahun 2019 ini akan ada peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional. Sebab, dengan Inpres ini pengembangan bakat, peningkatan jumlah dan kompetensi wasit serta pelatih sepak bola akan membaik," ujarnya.

"Kemudian pengembangan sistem kompetisi berjenjang dan berkelanjutan, lalu pembenahan sistem dan tata kelola sepak bola. Selain itu juga terkait penyediaan sarana dan prasarana stadion sepak bola di seluruh Indonesia yang harus sesuai standar internasional dan pemusatan latihan sepak bola," tutur pensiunan jenderal polisi bintang tiga itu menambahkan.

halaman 2 dari 2






Video Trending



Berita Terkait


1610373169139

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?