Tunggal Putri Tanpa Taji di Yonex Thailand Open, Inilah Respon PBSI


  •    Kukuh Wahyudi
  •    14/01/21 - 08:10
  •    1.257

Ruselli Tartawa, gagal juga di babak pertama Yonex Thailand Open.
Ruselli Tartawa, gagal juga di babak pertama Yonex Thailand Open. (instagram/@flyepowerofficial)

Tunggal putri Indonesia tanpa taji di Yonex Thailand Open di Impact Arena, Bangkok, 12-17 Januari 2021. Menurunkan dua wakil, semuanya gugur di babak pertama.

Gregoria Mariska Tunjung kalah lebih dulu pada hari pertama (12/1/2021). Ia takluk 12-15, 15-21, 14-21 dari tunggal Korea Selatan.

Pada hari kedua (13/1/2021), Ruselli Hartawan, pun keok. Ia dikalahkan wakil tuan rumah, Supanida Katethong dengan skor 14-21, 16-21.

"Kesulitan penampilan saya tadi adalah, dari awal saya masuk ke pola permainan lawan. Sulit keluar dari tekanan dan tidak bisa konsisten. Jadi permainannya diatur terus. Bola-bola lawan memang lumayan bagus, apalagi bola belakangnya," kata Ruselli kepada Tim Humas dan Media PBSI usai pertandingan.

Baca Juga :


Pelatih tunggal putri, Rionny Mainaky, merespon kegagalan kedua anak didiknya tersebut.

"Hari ini kondisi Ruselli tidak bagus. Langkah kakinya berat, sehingga tidak yakin bermain reli. Ketika dia ingin memperlambat tempo permainan, buangan bolanya juga kurang ke belakang, sehingga mudah dimatikan lawan," tutur sosok yang juga menjabat Kabid Binpres PBSI itu.

Rionny berharap di Toyota Thailand Open (19-24 Januari 2021), Gregoria dan Ruselli mampu tampil lebih baik lagi.

"Dari pertandingan ini, pokoknya jangan mencari-cari alasan kekalahan. Seperti menyalahkan kondisi lapangan yang berangin. Sebaliknya, keduanya setiap saat harus berpikir untuk mencari solusi untuk bisa mencari angka dan memenangi pertandingan. Di pertandingan berikut, saya harapkan keduanya harus bisa bermain lebih maksimal," ucap Rionny. halaman 2 dari 2
Terakhir diubah:  14/01/21 - 10:24






Video Trending



Berita Terkait


1611187230005

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?