Deretan Mantan Anak Asuh Sir Alex Ferguson Yang Memutuskan Jadi Pelatih, Siapa Paling Sukses?


  •    Robert
  •    18/01/21 - 17:00
  •    52.525

Ilustrasi Deretan Mantan Anak Asuh Sir Alex Ferguson Yang Memutuskan Jadi Pelatih (Bolalob)
Ilustrasi Deretan Mantan Anak Asuh Sir Alex Ferguson Yang Memutuskan Jadi Pelatih (Bolalob)

Wayne Rooney menjadi mantan pemain Manchester United dan bekas anak asuh manajer legendaris Sir Alex Ferguson terkini yang memutuskan untuk pensiun dan masuk ke dunia manajerial.

Mantan striker Inggris pemegang rekor gol di United itu akan menjadi manajer Derby County, usai ia sebelumnya menjadi carataker klub Championship sepeninggal Phillip Cocu.

Namun sebelum Rooney banyak mantan pemain United yang terjun ke dunia manajerial, tak semuanya sukses meraih trofi dan menerapkan gaya kepelatihan sang bos Ferguson. Berikut beberapa daftarnya:

1. BRYAN ROBSON



Pada tahun 1994, Kapten Fantastic menjadi manajer sekaligus pemain di Middlesbrough. Tiga tahun kemudian dia pensiun untuk berkonsentrasi pada pekerjaan nya sebagai pelatih.

Dia memimpin klub untuk promosi ke Liga Inggris pada tahun 1995, dan kemudian memimpin revolusi dengan membawa nama-nama bintang seperti Fabrizio Ravanelli.

Namun, pencapaian yang paling dekat dengan trofi adalah kalah di dua final piala (dari Leicester di Piala Coca-Cola dan Chelsea di Piala FA).

Setelah dipecat pada 2001, Robbo sempat melatih di Bradford City, West Brom, Sheffield United, dan bahkan Thailand - tetapi semuanya berakhir dengan kegagalan. Dia tidak memiliki pekerjaan sejak 2011.

2. STEVE BRUCE



Bruce memiliki semua potensi untuk menjadi manajer kelas atas setelah menjadi kapten yang sukses di United. Hebatnya, sejak 1998 eks bek tengah Setan Merah itu 11 kali diangkat menjadi manajer (dua kali di Wigan Athletic).

Masa jabatan terlama dia adalah bersama Birmingham City, membantu tim promosi ke Liga Premier pada 2007.

Bruce mengulangi kesuksesan itu di Hull City pada 2013 - setahun kemudian membawa The Tigers lolos ke Stadion Wembley untuk final Piala FA, yang berakhir dengan kekalahan dari Arsenal.

Saat ini di Newcastle, Bruce sedang berada dalam tekanan karena The Magpies berjuang untuk bertahan di Liga Premier.

3. ROY KEANE



Kapten tempramental yang sukses membawa United meraih treble tahun 1999 ini jarang mendapat tempat sebagai pelatih kepala.

Semuanya dimulai dengan baik di Sunderland - mendapatkan promosi dari Championship pada tahun 2007. Setelah awal yang buruk untuk musim 2018-19, Keane dilaporkan mundur dengan Sunderland di tempat degradasi karena perbedaa pendapatnya dengan mantan pemegang saham Ellis Short dan mantan ketua Niall Quinn

Keane juga sempat mengelola Ipswich Town, tetapi hasil yang beragam membuatnya dipecat pada tahun 2011. Ia juga pernah menjadi asisten pelatih di Republik Irlandia, Aston Villa dan terakhir di tahun 2019 bersama Nottingham Forest. halaman 2 dari 5
4. OLE GUNNAR SOLSKJAER



Pembunuh berwajah bayi julukan sang striker memenangkan dua gelar liga di tanah airnya bersama Molde dari 2011-14.

Tapi dia kesulitan sebagai manajer di Cardiff City, yang menunjuknya pada 2014. The Bluebirds terdegradasi setelah finis di posisi terbawah Liga Premier - dan sembilan bulan setelah pengangkatannya Solskjaer dipecat.

Terlepas dari panggilan untuk kepalanya pada beberapa kesempatan, Solskjaer telah membawa Manchester United ke puncak Liga Premier setelah mengambil alih pada 2018.

5. MARK HUGHES



Langkah pertama Hughes dalam manajerial adalah bersama tim nasional Wales dari 1999-2004, ia nyaris lolos dari kualifikasi Euro 2004 setelah kalah dari Rusia di babak playoff.

Dia kemudian tampil mengesankan di Blackburn, membantu klub tetap bertahan di Liga Premier dan memimpin mereka ke semifinal Piala FA.

Musim berikutnya, klub finis di urutan keenam dan Hughes telah membangun reputasi sebagai manajer yang mengandalkan fisik dari timnya.

Pada tahun 2008 dia mencetak pekerjaan impian sebagai bos Manchester City, tetapi dipecat setahun kemudian. Periode singkatnya di Fulham menyusul, kemudian ada juga hasil yang mengecewakan di QPR.

Hughes memiliki periode lima tahun di Stoke, sebelum dia dipecat pada 2018 - yang merupakan tahun yang sama dia kehilangan pekerjaannya di Southampton setelah hanya 27 pertandingan.

6. PAUL INCE



Ince menunjukkan potensi manajerial di MK Dons pada 2007-08, di mana timnya memenangkan trofi EFL dengan mengalahkan Grimsby 2-0. Dia kemudian membawa timnya promosi ke League One sebagai juara, yang membuat Blackburn Rovers menjadikan Ince manajer kulit hitam Inggris pertama di papan atas musim panas itu.

Tapi setelah menang hanya tiga kali dalam 17 pertandingan dia dipecat sebelum Natal.

Dia kembali ke MK Dons, di mana dia tidak bisa mengulangi keajaiban sebelumnya, gagal di Notts County dengan kekalahan sembilan pertandingan berturut-turut dan dipecat sebagai manajer Blackpool setelah hanya satu musim pada 2014. halaman 3 dari 5
7. GARY NEVILLE



Satu masa singkat menjadi manajer sudah cukup untuk Gary Neville dan ia sampai saat ini berkomitmen menjadi pundit di stasiun televisi Sky Sports.

Mantan pemain internasional Inggris itu ditunjuk sebagai pelatih kepala di Valencia pada 2015 - dengan saudara laki-laki Phil sebagai asistennya.

Tapi Valencia gagal lolos ke babak 16 besar Liga Champions, kalah 7-0 dari Barcelona dan menjalani sembilan pertandingan tanpa kemenangan.

Dalam pertandingan Liga Europa melawan Athletic Bilbao, Neville dikeluarkan oleh wasit karena memprotes gol lawan saat timnya tersingkir dari kompetisi karena gol tandang.

Neville dipecat setelah hanya 16 pertandingan liga - menang hanya tiga - dengan klub mendekam di tempat ke-14.

8. PHIL NEVILLE



Peran caretaker di Salford City memberi Phil pengalaman besar di dunia manajemen pada 2015. Tapi dalam sepak bola wanita khususnya di timnas Inggris di unjuk gigi sebagai pelatih.

Neville akan meninggalkan pekerjaannya sebagai bos timnas wanita Inggris pada 2021, saat kontraknya habis. Keputusan itu dibuat musim panas lalu, setelah tim Inggris kalah tujuh kali dalam 11 pertandingan - urutan terburuk mereka sejak 2003.

Karena Euro 2021 ditunda hingga 2022, Neville tidak akan lagi memimpin negaranya keluar untuk turnamen itu.

9. RYAN GIGGS



Pada 2014, Giggs ditunjuk sebagai manajer pemain sementara setelah pemecatan David Moyes di United.

Dia memiliki empat pertandingan di akhir musim, menang dua kali, seri satu kali dan kalah sekali sebelum Louis Van Gaal mengambil alih dan Giggs kembali menjadi asisten.

Pada 2018, ia mengambil alih pekerjaan di Wales dari Chris Coleman dan memimpin negaranya lolos ke Euro 2020.

Wales kemudian mendapatkan promosi ke UEFA Nations League A setelah memenangkan Grup 4 musim UEFA Nations League B musim 2020-21.

Namun, asisten Rob Page mengambil kendali untuk dua pertandingan grup terakhir karena Giggs diminta untuk menjauh setelah penangkapannya karena menyerang mantan pacarnya Kate Greville. halaman 4 dari 5
10. LAURENT BLANC



Dalam hal kesuksesan manajemen, tidak ada seorang pun yang pernah bermain di bawah Sir Alex yang memenangkan lebih banyak trofi selain Laurent Blanc.

Pemenang Piala Dunia memenangkan ganda Prancis bersama Bordeaux pada 2009, kemudian tiga kejuaraan berturut-turut dengan PSG dari 2013-16, termasuk dua ganda.

Di antara masa-masa tersebut, Blanc memiliki tugas sebagai bos Prancis - mengundurkan diri setelah dua tahun menyusul kekalahan 2-0 dari Spanyol di Euro 2012 di perempat final.

Setelah bertahun-tahun berada di belantara manajemen, Blanc ditunjuk sebagai pelatih kepala klub Qatar Al-Rayyan bulan lalu. halaman 5 dari 5
Terakhir diubah:  19/01/21 - 06:38





Video Trending



Berita Terkait


1614504602075

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?