Komentar Anthony Ginting Soal Keberadaannya di Grup Neraka


  •    Kukuh Wahyudi
  •    26/01/21 - 22:18
  •    2.615

Anthony Sinisuka Ginting, sadar berada di "grup neraka".
Anthony Sinisuka Ginting, sadar berada di "grup neraka". (Badminton Photo)

Undian babak grup World Tour Finals 2020 telah berlangsung. Nasib tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, mendapatkan perhatian lebih dibandingkan empat wakil lainnya.

Pasalnya, pebulu tangkis berusia 24 tahun itu tergabung dalam grup yang berat. Ginting berada di Grup A bersama Viktor Axelsen (Denmark), Chou Tien Chen (Taiwan), dan Lee Zii Jia (Malaysia).

Axelsen adalah peraih gelar berturut-turut pada Yonex Thailand Open dan Toyota Thailand Open. Chou Tien Chen yang berlabel peringkat dua dunia itu menjadi semifinalis di kedua turnamen itu. Sedangkan Lee Zii Jia adalah peringkat 10 dunia.

Ginting pun merespon situasi tersebut. Menurutnya, semua pemain memiliki kans yang sama.

Baca Juga :


"Undian memang lebih berat dibandingkan grup yang satunya, tapi masing-masing pemain punya kesempatan yang sama selama kita bisa menikmati permainan dan memberikan yang terbaik," kata Ginting dalam rilis PBSI.

"Jadi untuk minggu ini saya ingin lebih menikmati setiap pertandingan dan memberikan yang terbaik yang saya punya. Lalu menjaga fokus saya dari awal sampai akhir," ucapnya lagi.

Pelatih tunggal putra, Irwansyah, menjelaskan mengapa Ginting bisa berada di grup neraka seperti itu.

"Lawan-lawan Ginting berdasarkan hasil undian grup BWF World Tour Final, memang termasuk kelas berat dan kuat semua. Itu karena Ginting bukan pemain unggulan dan hanya pemain urutan ke delapan," tuturnya.

"Pada dua turnamen sebelumnya, sebenarnya persiapan Ginting sudah bagus sekali. Tapi hasilnya tidak sesuai dengan yang kami inginkan," ujar Irwansyah lagi. halaman 2 dari 2








Video Trending



Berita Terkait


1613539202183

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?