PBSI Sebut Masalah Utama dalam 3 Ajang di Thailand Adalah Daya Juang


  •    Kukuh Wahyudi
  •    31/01/21 - 22:10
  •    6.457

Greysia/Apriyani satu-satunya yang meraih juara dalam rangkaian Asian Leg.
Greysia/Apriyani satu-satunya yang meraih juara dalam rangkaian Asian Leg. (Badminton Photo)

Rangkaian Asian Leg yang terdiri dari Yonex Thailand Open (12-17 Januari 2021), Toyota Thailand Open (19-24 Januari 2021), dan World Tour Finals 2020 (27-31 Januari 2021) telah tuntas.

Taiwan, Thailand, dan Denmark mengakhiri tiga ajang tersebut dengan kepala tegak. Pasalnya, mereka berhasil meraih tiga gelar juara.

Tapi, bagi Indonesia Asian Leg tak terlalu ramah. Kendati tak ada wakil-wakil kuat dari Jepang dan China, Indonesia hanya meraih satu gelar dari ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, di Yonex Thailand Open.

Baca Juga :


Kabid Binpres PP PBSI, Rionny Mainaky, buka suara soal kondisi itu.

"Kalau melihat dari permainan pertama di Yonex Thailand Open, ketika mereka harus masuk karantina dulu, kemudian baru latihan, sebetulanya memang tidak terlalu mengganggu. Tapi seperti tidak bebas dari sisi latihan, dan memang waktu untuk latihannya pun sedikit," kata Rionny kepada tim Humas dan Media PP PBSI.

"Tapi secara menyeluruh memang ada penurunan di daya juang, kecuali Greysia/Apriyani, dari sisi konsentrasinya mereka juga bisa konsisten, sampai akhirnya juara. Kalau yang lain masih terlihat goyah. Daya juang ada, tapi terlihat masih naik turun. Mau naik dan bangkit itu susah."

"Untuk Toyota Thailand Open, dengan target dua medali, justru malah kalah di semifinal dua-duanya (Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu)," ucapnya lagi. halaman 2 dari 2








Video Trending



Berita Terkait


1623426966893

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?