Gagal Raih Gelar di World Tour Finals, PBSI Bakal Evaluasi Pemain dan Pelatih


  •    Kukuh Wahyudi
  •    01/02/21 - 09:30
  •    4.664

Herry IP pelatih ganda putra Indonesia.
Herry IP pelatih ganda putra Indonesia. (Badminton Photo)

World Tour Finals 2020 dilalui Indonesia dengan tangan hampa. Dari lima wakil yang terjun di empat nomor (tunggal putra, ganda putra, ganda putri, ganda campuran), semuanya gagal meraih gelar.

Bahkan, empat wakilnya tak mampu menembus semifinal. Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting, Greysia Polii/Apriyani, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Satu-satunya wakil yang mampu lolos ke semifinal dan bahkan hingga final adalah nama senior, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di ganda putra. Sayangnya, di final mereka takluk dari ganda Taiwan, Lee Yang/Wang Chi-Lin.

Kabid Binpres PP PBSI, Rionny Mainaky, buka suara soal kondisi itu. Ia mengatakan bakal segara melakukan evaluasi.

"Untuk World Tour Finals ini karena saya juga tidak hadir di sana, jadi saya belum koordinasi langsung. Memang yang diharapkan untuk masuk ke final ini, mereka gagal tidak ada yang lolos," ucap Rionny kepada kepada tim Humas dan Media PBSI.

Baca Juga :


"Nanti setelah semua kembali ke Jakarta, saya akan kumpulkan semuanya. Ini memang harus benar-benar dievaluasi, bukan dari pemainnya saja tapi dari pelatihnya juga. Harus dicek semua, ditonton ulang lagi pertandingannya. Pelatih masing-masing sektor harus benar-benar evaluasi dan membuat catatan-catatan apa saja yang harus kita benahi," katanya lagi.

Selain dari segi teknis, minornya rapor Indonesia ada pengaruh dari sisi non-teknis. Pertama dari aspek stamina dan kedua soal motivasi bertanding.

"Saya akui juga pemain-pemain lawan terlihat lebih siap bertanding, terutama Chinese Taipei (Lee Yang/Wang Chi Lin) ini. Bukan hanya soal teknis, tapi non-teknis seperti postur, tenaga, mungkin dari makanan, minuman, dan nutrisinya juga lebih oke. Saya akui mereka lebih stabil di tiga kali turnamen ini bisa juara. Jadi yang harus dievaluasi bukan hanya dari sisi teknis saja," tutur Rionny.

"Tapi selain itu, saya rasa intinya adalah bagaimana motivasi para atletnya. Terutama motivasi untuk daya juangnya. Jadi harus kami gali lagi, apa yang bisa membuat mereka lebih semangat lagi," ujarnya lagi. halaman 2 dari 2






Video Trending



Berita Terkait


1618395602209

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?