Hendry Saputra Soal Ginting dan Jonatan: Masih Gampang Give Up


  •    Widya Amelia
  •    08/02/21 - 17:20
  •    4.864

Hendry Saputra Ho (Badmintonindonesia.org/Widya Amelia)
Hendry Saputra Ho (Badmintonindonesia.org/Widya Amelia)


Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI Hendry Saputra Ho mengatakan bahwa absen tanding sepuluh bulan lebih tidak bisa jadi alasan kekalahan dua anak didiknya, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie di ajang Yonex Thailand Open dan Toyota Thailand Open 2021. Penyesuaian pola latihan dan pertandingan di masa pandemi juga dialami oleh pemain dari negara lain.

“Oh, nggak ada urusan dong, nggak boleh alasan seperti itu. Pemain negara lain juga sama kan. Saya tidak mau pemain saya pakai alasan seperitu itu, menurut saya itu tidak bisa diterima, kalau kalah ya akui dan terima, belajar lagi,” ungkap Hendry kepada Bolalob.

Pada ajang Yonex Thailand Open 2021, Anthony dikalahkan Lee Cheuk Yiu (Hong Kong) di babak kedua, dengan skor 19-21, 21-13, 12-21. Sedangkan Jonatan takluk dari Prannoy HS (India), dengan skor 21-18, 16-21, 21-23.
 
Sementara di pekan selanjutnya, pada ajang Toyota Thailand Open 2021, Anthony terhenti di laga empat besar dari Viktor Axelsen (Denmark), dengan skor 19-21, 21-13, 13-21. Sedangkan Jonatan dihentikan Axelsen di perempat final dengan skor 14-21, 5-21.

Baca Juga :


Hendry menilai bahwa faktor non-teknik masih menjadi masalah utama bagi Anthony dan Jonatan.

“Saya kontak mereka langsung lewat Whatsapp dan memang dari cara main, teknik, fisik, tidak ada masalah. Lawan-lawan mereka, seperti (Viktor) Axelsen, Chou Tien Chen, dan lain-lain, dibilang banyak sekali kemajuannya juga tidak terlalu, tapi mereka lebih siap, siap untuk juara, siap ambil kemenangan, fighting spirit-nya, kelihatan kan dari waktu kehilangan poin, penyesalannya seperti apa?” tutur Hendry.
 
“Sedangkan Jonatan dan Ginting saya lihat ya datar saja. Mereka hilang fokus, ya memang di situlah perjuangannya seorang pemain, harus tahu kapan nggak boleh hilang fokus, kapan harus fight back?” lanjut Hendry. halaman 2 dari 2
Namun Hendry mengatakan bahwa kedua anak didiknya tersebut bukannya tak punya semangat juang, tapi dalam dua turnamen terakhir, ia tak melihat itu ada di lapangan. Hendry mencontohkan bahwa Anthony punya daya juang luar biasa saat ia mengalami kram di turnamen beregu putra Asian Games 2018 di Jakarta.

“Waktu kram itu saya sudah bilang ke Ginting untuk berhenti main, tapi dia maksa mau main, masih bisa main, berarti kan mental juangnya sebenarnya tinggi,” ucap Hendry.

Hendry juga mencontohkan satu pertandingan yang dimenangkan Jonatan atas Axelsen di French Open 2019. Di game ketiga, Jonatan sudah tertinggal 10-19, ia mampu membalikkan keadaan dan menang 21-19 atas Axelsen. Hasil tersebut membawa Jonatan lolos ke laga final kala itu dengan skor akhir 7-21, 22-20, 21-19.

Baca Juga :


Anthony yang juga tidak tampil maksimal di ajang BWF World Tour Finals 2021. Ia gagal lolos dari penyisihan grup setelah dikalahkan Axelsen dan Chou Tien Chen (Taiwan). Satu-satunya kemenangan diraih Anthony atas Lee Zii Jia dari Malaysia.

“Kesimpulan saya adalah fighting spirit-nya yang dipengaruhi dari pikiran saat bertanding. Daya juangnya masih kurang di turnamen di Thailand kemarin, kan kelihatan, sudah leading tapi masih gampang give up,” pungkas Hendry.

Usai berlaga di Thailand, Anthony dan Jonatan telah didaftarkan ke rangkaian turnamen di Eropa yaitu Swiss Open, German Open dan All England 2021. Namun nama Jonatan dicoret oleh PBSI dengan pertimbangan menurunnya performa Jonatan dalam beberapa turnamen terakhir.


Terakhir diubah:  08/02/21 - 17:29






Video Trending



Berita Terkait


1613277003069

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?