Nova Widianto Beberkan PR Ganda Campuran Jelang Tur Eropa


  •    Nafielah Mahmudah
  •    10/02/21 - 16:40
  •    2.270

Nova Widianto (Badmintonindonesia.org/Nafielah Mahmudah)
Nova Widianto (Badmintonindonesia.org/Nafielah Mahmudah)

Hasil kurang memuaskan terpaksa dibawa pulang tim ganda campuran Indonesia dari tiga turnamen pembuka di tahun 2021. Praveen Jordan/Melati Daeva Oktaviati dan tiga pasangan lainnya tak berhasil membawa gelar dan memenuhi target yang diberikan PBSI.

Nova Widianto, asisten pelatih ganda campuran Pelatnas yang ikut mendampingi ke Thailand, pun menjabarkan fokus perbaikan timnya, jelang tiga turnamen di Eropa.

“Yang pasti pemulihan dulu, tapi tidak lama karena waktu sudah terlalu mepet. Fokus pertama ke Hafiz/Gloria karena mereka harus ke Swiss Open. Selasa kemarin mereka sudah latihan setelah Senin dikasih libur. Untuk Jordan/Melati karena hanya ikut Jerman dan All England jadi kami atur dulu karena Jordan sedang pemulihan bahu dan belum latihan,” jelas Nova seperti dikutip dari rilis PBSI.

“Kita mau ke Eropa waktunya tidak banyak lagi, sementara PR kita banyak. Harus diakui ternyata delapan bulan tidak ada pertandingan itu perkembangan negara lain pesat sekali. Kita tidak boleh beralasan A atau B karena semua juga mengalami. Ini menjadi tanggung jawab kami sebagai pelatih. Makanya ke depan kita harus banyak latihan lagi,” kata Nova.

Baca Juga :


Ganda campuran mengirim Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso ke Swiss Open dan German Open 2021. Sementara Praveen/Melati hanya turun di German Open 2021.

“Hafiz/Gloria kita push dari Swiss karena mereka harus mengejar poin untuk lolos ke Olimpiade. Kekurangannya pertama, dari Hafiz yang sempat drop fisik dan daya tahannya karena waktu itu sempat kepotong dia menikah. Ini ada waktu tiga minggu untuk meningkatkan lagi. Sementara dari sisi Gloria di kecepatan dan powernya harus ditambah,” ungkap peraih medali perak Olimpiade Beijing 2008.

“Saya sudah bilang pola permainan mereka kan beda dengan Jordan/Melati. Hafiz/Gloria polanya lebih membutuhkan fisik yang ekstra. Mereka harus paham itu. Jadi di waktu latihan yang singkat ini mereka harus bisa menutupi kekurangan itu. Yang kemarin saya lihat memang bermasalah di sana, kalau secara pola dan daya juang sebenarnya tidak terlalu buruk,” lanjut Nova.
halaman 2 dari 2
Sementara untuk Rinov/Pitha, Nova berharap keduanya bisa tampil lebih yakin dan tenang. Terutama saat keduanya berada pada poin-poin kritis.

“Saya lihat untuk Rinov/Pitha itu keyakinan dan ketenangan yang masih kurang. Terutama ketenangan di poin-poin kritis. Ketika sudah unggul lalu mati dengan mudah dari service atau pembukaan, di poin kritis mereka kembali panik. Dan mereka sebenarnya sudah sadar bahwa itu kebiasaan. Nah itu harus diperbaiki sejak di latihan, dicoba terus,” ujar Nova.

Sama seperti Rinov/Pitha, Adnan/Mychelle juga diminta untuk lebih yakin dalam menghadapi pemain unggulan. Sebab secara pola dan strategi, pasangan muda ini dinilai tak memiliki masalah khusus. Ditambahkan Nova, Adnan/Mychelle masih difokuskan untuk mengejar jam terbang.

“Adnan/Mychelle secara pola dan strategi sebenarnya tidak ada masalah hanya kurang ada keyakinan kalau mereka bisa ngalahin pemain unggulan. Jadi menurut saya mereka masih perlu jam terbang yang lebih banyak karena modalnya ada” kata Nova lebih lanjut.

“Jadi menurut saya untuk Rinov/Pitha dan Adnan/Mychelle harus yakin pada kemampuan mereka sendiri karena ukurannya sudah jelas. Di sini seniornya ada Jordan/Melati dan Hafiz/Gloria, kalau mereka bisa mengalahkan dua seniornya ini harusnya melawan pemain luar juga harusnya bisa,” pungkas Nova.





Video Trending



Berita Terkait


1617718750947

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?