Jaino Matos dan Era Baru Persija Barat


  •    Robert
  •    10/02/21 - 19:10
  •    24.191

Pelatih asal Brasil, Jaino Matos mengambil alih sebagian saham Persija Barat (Bolalob)
Pelatih asal Brasil, Jaino Matos mengambil alih sebagian saham Persija Barat (Bolalob)

Secara historis, nama Persija Barat memang tidak setenar Persija Jakarta. Namun, Cupang Serit (Julukan Persija Barat) tak serta merta menyerah dengan keadaan. Mereka kini fokus dengan pengembangan sepak bola usia muda di Jakarta.

Persija Barat memang belum pernah merasakan gelar juara di tingkat senior. Jejak langkah mereka lebih banyak bermain di kompetisi amatir seperti Liga Nusantara DKI Jakarta dan kini Liga 3 DKI Jakarta.

Pada tahun 2012, Persija Barat pernah sampai pada Divisi Satu Liga Indonesia. Namun prestasi itu tak berlanjut dan kini tim dari Cengkareng, Jakarta Barat itu hanya bisa berkompetisi di kasta daerah.

Baca Juga :


Pelatih asal Brasil yang sudah malang-melintang di sepakbola Indonesia, Jaino Matos melihat potensi yang dimiliki oleh Persija Barat dalam mengembangkan pemain muda.

Dengan pengalamannya dalam mencetak dan mengorbitkan bakat-bakat muda ke tim utama, Jaino memutuskan untuk menakuisisi saham Persija Barat.

"Setelah 10 tahun berada di sepakbola Indonesia, mulai dari usia muda, Liga 1 , Liga 2 dan Timnas di semua kelompok umur itu membuat saya mengerti dan jelas tentang lanskap sepakbola Indonesia," buka Jaino Matos kepada Bolalob.

"Kekuatan dan kekurangan ada dimana-mana, menang, seri dan kalah itu menjadi skenario terlalu kecil, saya pikir saat kita utamakan konsep atau blueprint yang jelas dan realistis, membangun fondasi yang bener-benar solid." halaman 2 dari 4
Jaino menjelaskan dirinya membutuhkan waktu dalam mengakuisisi sebagian saham Persija Barat. Ia bahkan mematangkan konsep fondasi dalam klub agar berjalan dengan sistematis.

"Dari hal yang sederhana, tugas setiap staf di dalam tubuh klub, mulai dari persiapan seragam pemain, nutrisi, program psikologi dan sosiologi (membentuk sikap yang tepat), dan tentu saja program latihan dan bentuk pola permainaan khusus, selama satu tahun kita matangkan konsep tersebut, bahkan saya membentuk tim khusus dengan ahli kesehatan, bisnis dan manajemen resiko lalu pada akhirnya kita akuisi sebagian saham Persija Barat," ujar Jaino.

Jadi apa saja tugas dari masing-masing komisaris dalam Persija Barat?

"Menariknya kami sama-sama memiliki kesepakatan dengan komisaris lain, itu resmi (hitam di atas putih di depan notaris), jadi tugas saya sebagai komisaris/Direktur Teknik, semua keputusan teknis, dari pilihan pemain, program pemain dan pilihan pelatih ada di tangan saya, dan ada berapa departmen lain seperti, bisnis, kesehatan, operasioanl dan lain lain, semua departmen ada seorang ahli," ungkap Jaino.

Program jangka pendek dan panjang apa yang anda rancang di klub ini?

"Di era baru Persija Barat ini fondasi utama adalah konsep klub, jangka pendek dan panjang klub ini pilihan kami sebagai restrukturisasi klub ini, kita sepakat tidak akan membicarakan sepakbola lebih dulu sebelum adanya konsep dasar yang rapi dan jelas, tapi dua pilar utama di klub ini adalah Persija Barat Football Academy dan tim solid, dengan staf sesuai dengan filosofi klub.

"Dalam 10 tahun terakhir saya sendiri melihat sepakbola di tubuh klub sangat berantakan karena tanpa konsep dan keputusan teknis di ambil dari pihak yang tidak mengerti teknis atau punya kepentingan lain lain. Hasilnya terlihat negatif di lapangan dan kita tidak ingin itu terjadi di Persija Barat

"Contohnya kita akan bangun budaya permainaan, agresif, main sungguh-sungguh di dalam setiap kegiatan akan menjadi jati diri kita. Namanya “pasukan barat” berati pelatih dan pemain wajib masuk di dalam jati diri ini.

halaman 3 dari 4
Salah satu sosok yang mempertahankan jati diri Persija Barat adalah Taufik Jursal Effendi.

Taufik Jursal Effendi memang bukan orang baru di sepak bola Jakarta. Ia sempat aktif di lingkup pembinaan Persija pada era 1980-an bersama Sekolah Sepak Bola (SSB) Persija. Taufik bersama beberapa pelatih Persija, membangun pembinaan Persija yang dipusatkan di Stadion Menteng.

Taufik masuk ke Persija Barat pada tahun 2015. Saat itu dia baru saja pulang dari Portugal dan sempat studi banding dengan sepak bola di negara tersebut.


Kembali ke Indonesia, Taufik melihat potensi Persija Barat sebagai klub yang mampu menampung pemain muda dari ibukota. Baginya, sepak bola ideal tidak melulu bicara prestasi, tapi juga bagaimana memberi tempat luas kepada pesepak bola muda untuk berkreasi.

Baca Juga :


Rencana Taufik menjadikan Persija Barat sebagai 'rumah' pemain muda ibukota dimulai pada tahun 2016. Persija Barat berubah menjadi klub yang berbadan hukum di bawah PT Jakarta Bola Prima. Hal ini mewujudkan misi Persija Barat mengembangkan sayapnya di kota sendiri.

“Sejak tahun 2011 Saya sudah kenal dengan Pak Taufiq, saya pernah di undang untuk membawa program “football Science”, membagun metode latihan untuk Timnas U14, waktu itu Pak Taufiq Sekretaris Timnas , visi-misi emang sudah cocok dan tahun lalu kita bertemu lagi dan bersama , kita bangun “Era Baru Persija Barat”, kita akan utamakan pembinaan tujuan utama adalah jadi pabrik pemain muda berkualitas dengan sikap yang tepat, dan naik kasta juga,” tutup Jaino.

Sebagai eks perserikatan, Persija Barat memiliki anggota-anggota yang kini diwadahkan dalam Asosiasi Kota (Askot) PSSI Jakarta Barat.

Melalui Askot, klub-klub anggota Persija Barat berkompetisi dan menyetor pemain terbaik ke Persija Barat untuk ajang Piala Soeratin U-15, U-17, dan Liga 3 DKI Jakarta. Persija Barat sendiri dengan bebas menggelar kompetisi rutinnya di Stadion Cenderawasih. halaman 4 dari 4
Terakhir diubah:  17/02/21 - 11:44





Video Trending



Berita Terkait


1592989201963

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?