Pelatih Berharap Ginting dan Jonatan Tak Trauma


  •    Widya Amelia
  •    14/02/21 - 17:00
  •    2.261

Hendry Saputra Ho dan Anthony Sinisuka Ginting (Badmintonindonesia.org/Widya Amelia)
Hendry Saputra Ho dan Anthony Sinisuka Ginting (Badmintonindonesia.org/Widya Amelia)

Penampilan Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie cukup mengkhawatirkan dalam beberapa turnamen terakhir. Dua jagoan tunggal putra Indonesia ini dinilai sang pelatih, Hendry Saputra Ho, harus bangkit dan membereskan problem non-teknis yang menghantui mereka selama ini.

Permainan Anthony dan Jonatan disebut Hendry tidak ada masalah dari segi teknik. Namun kerap kali mereka kehilangan poin beruntun saat sudah memimpin. Tak jarang ini terjadi di saat-saat kritis.

Di ajang Toyota Thailand Open 2021, Jonatan yang sudah unggul match point 20-18 di game ketiga, akhirnya harus tunduk 21-23 dari Prannoy HS (India) dan terhenti di babak pertama.

Baca Juga :

Anthony pun mengalami hal yang serupa saat berhadapan dengan Lee Cheuk Yiu (Hong Kong). Sudah unggul jauh 17-10 di game pertama, Anthony jadi takluk dengan skor 19-21.

Di turnamen Yonex Thailand Open 2021, Anthony sebetulnya punya peluang besar menyingkirkan Viktor Axelsen (Denmark) saat unggul 11-7 di interval game penentuan. Kalah di game pertama 19-21, Anthony membalas di game kedua dengan skor 21-13. Sayang, ia tak dapat memanfaatkan keunggulan di game ketiga.

“Di game kedua sudah dapat dari Axelsen, di game ketiga leading. Kalau ditanya ke saya, ya saya jawab berarti dia menyerah. Di Asian Games 2018 sudah kram tapi masih mau ngejar, kenapa di sini nggak mau?” kata Hendry.

halaman 2 dari 2

Hendry berharap kedua anak didiknya tersebut bisa lebih memahami diri mereka sendiri, paham betul akan kekurangan mereka di mana dan kapan harus waspada, namun harus tetap berpikir positif.

“Apakah kalau lagi leading teringat kejadian lalu lalu yang sudah unggul lalu kesusul? Siapa sih yang tahu apa yang ada di pikiran atlet saat main? Kita yang melihat kan cuma bisa menilai dan menganalisis, kenapa jadi begini mainnya? Memang disayangkan kalau sudah leading, buang-buang poin dan jadi kalah,” jelas Hendry.

Baca Juga :

Ia menuturkan bahwa tim pelatih sudah mencoba untuk memperbaiki kekurangan ini di sesi latihan, di mana pemain dikondisikan untuk lebih fokus saat posisi memimpin perolehan angka. Namun Hendry menyatakan bahwa semua kembali lagi ke diri atlet tersebut, apalagi mereka adalah atlet level elit yang sudah memiliki jam terbang yang tinggi.

“Buat pemain, ada keyakinan itu harus, menuju konsisten memang nggak gampang. Ini akan kita gali, yang penting atletnya jangan sampai trauma, karena kalau sudah trauma itu akan sulit, kita lihat sendiri hal seperti ini banyak terjadi,” ungkap Hendry.

Hendry meyakini bahwa Jonatan dan Anthony akan bisa melewati situasi ini, dengan catatan mereka bisa menguasai pikiran dan mengatur mindset mereka. Hendry pun kembali menekankan bahwa ia tak ingin kedua pemainnya tersebut mengalami trauma.



Terakhir diubah:  14/02/21 - 19:41






Video Trending



Berita Terkait


1614759602520

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?