Pesan The Daddies Untuk The Babies


  •    Widya Amelia
  •    14/02/21 - 19:40
  •    40.222

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (BWFBadminton.com)
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (BWFBadminton.com)

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi dua ganda putra Indonesia yang banyak diperbincangkan di tur Asia yang berlangsung bulan lalu di Bangkok, Thailand. Hendra/Ahsan yang dijuluki The Daddies ini belum berhasil mendulang gelar dari Thailand, namun perjuangan mereka patut diacungi jempol. Sedangkan Leo/Daniel yang merupakan pemain muda yang dijuluki The Babies, beberapa kali membuat kejutan.

Di ajang Yonex Thailand Open 2021, Leo/Daniel yang merangkak dari daftar tunggu, membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan kelima sekaligus senior mereka di pelatnas, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dengan skor 16-21, 21-17, 22-20.

Baca Juga :


Pasangan Juara Dunia Junior 2019 ini kemudian mengalahkan ganda putra terbaik Inggris yang juga peraih medali perunggu Olimpiade Rio de Janiero 2016, Marcus Ellis/Chris Langridge, dengan skor 12-21, 21-14, 21-15. Leo/Daniel menjadi wakil ganda putra Indonesia yang melangkah paling jauh di turnamen level super 1000 tersebut dengan menembus babak semifinal. Hendra/Ahsan terhenti di perempat final.

Di ajang Toyota Thailand Open 2021, Leo/Daniel mengalahkan ganda putra andalan Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen dengan skor 17-21, 21-15, 21-19. halaman 2 dari 3
Progres Leo/Daniel memang harus diapresiasi, namun Hendra/Ahsan berharap juniornya tersebut tidak terlena, karena jalan mereka masih panjang menuju sukses.

“Leo/Daniel punya prospek yang cukup bagus, tapi mereka mungkin belum ada beban. Harus kerja keras lagi,” kata Ahsan saat diwawancara Bolalob.

“Sekarang Leo/Daniel masih ‘menanam’, nanti akan merasakan hasilnya, bisa juara, bisa dapat hadiah yang banyak, tetap jangan berpikir wah sudah mulai bagus, jangan sampai puas di situ, masih banyak yang perlu dibuktikan. Dapat gelar juara di turnamen penting, masih sangat panjang perjalanannya,” jelas Ahsan.

Baca Juga :


Senada dengan Ahsan, Hendra pun berpesan agar Leo/Daniel jangan dulu berpuas diri.

“Jangan cepet puas karena apa yang mereka capai di Thailand belum apa-apa. Harus kerja lebih keras lagi karena mereka masih muda dan harus ngejar yang senior-senior,” ucap Hendra kepada Bolalob.
 
“Sama harus punya target yang tinggi buat ke depannya, dan harus selalu rendah hati,” tambah Hendra yang bersama Ahsan menggondol gelar Juara Dunia 2019 di Basel, Swiss. halaman 3 dari 3
Ahsan mengatakan bahwa Leo/Daniel saat ini memiliki modal yang lebih dari cukup untuk mendongkrak prestasi. Dengan tiga pasang senior yang bertengger di peringkat 10 besar dunia, Leo/Daniel punya banyak role model yang bisa mereka contoh, belum lagi kesempatan untuk berlatih dengan pemain kelas dunia, tentunya ini adalah kesempatan ‘mahal’ yang diinginkan semua pemain.

“Di sektor lain bahkan ada yang berjuang sendirian. Di ganda putra ada senior, yang rangking satu dunia juga ada di sini (Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon). Dulu saya dan Bona (Septano) nggak punya sosok senior dan itu berat sekali,” beber Ahsan.

Baca Juga :


“Ada tiga pasangan senior di 10 besar dunia, insyaallah Leo/Daniel cepat naiknya, dengan catatan mereka mau kerja keras, tergantung mereka juga. Tapi menurut saya, Leo/Daniel sudah di jalur yang benar,” tutur Ahsan.
 
Ahsan berpendapat bahwa tim ganda putra pelatnas punya kekuatan hampir merata di latihan sehingga regenerasi bisa berjalan lebih cepat. Menurutnya, tidak mudah untuk mendapatkan sparring partner dengan kekuatan yang merata. Ahsan mengatakan ia sangat bersyukur bisa berada dalam tim ganda putra besutan kepala pelatih Herry Iman Pierngadi tersebut.





Video Trending



Berita Terkait


1615007017025

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?