Jelang Olimpiade Tokyo, Hafiz/Gloria Belum Aman, Fajar/Rian Harus Tetap di Top 8


  •    Widya Amelia
  •    15/02/21 - 19:10
  •    1.614

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (BWFBadminton.com)
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (BWFBadminton.com)

PP PBSI kini tengah mengatur strategi keberangkatan pemain ke turnamen-turnamen internasional. Pandemi Covid-19 membuat beberapa turnamen terpaksa dibatalkan, salah satunya adalah turnamen German Open 2021 yang merupakan turnamen yang masuk penghitungan poin Olimpiade Tokyo 2020.

Malaysia Open, Malaysia Masters dan Singapore Open 2021 juga masih belum dipastikan akan diadakan atau tidak.

Pengaturan keberangkatan ini tentunya berpengaruh pada peringkat dunia para pemain, termasuk poin menuju Olimpiade Tokyo 2020, khususnya bagi ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang kini ada di posisi kedelapan daftar peringkat Race to Tokyo.
 
Di olimpiade, tiap negara hanya boleh mengirim maksimal dua wakil dari nomor ganda putra, ganda putri dan ganda campuran. Kedua wakil tersebut harus ada di peringkat delapan besar. Saat ini, satu wakil Indonesia sudah mantap di peringkat empat yaitu Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Jika terlempar dari delapan besar, maka tertutup sudah peluang Hafiz/Gloria. Sedangkan saat ini ganda campuran Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet yang ada di peringkat sembilan, punya selisih poin sedikit. Hafiz/Gloria telah mengumpulkan 60.851 poin, sedangkan Tang/Tse punya 60.566 poin.

Baca Juga :


“Sampai sekarang memang Hafiz/Gloria yang belum aman, yang lain sudah bisa dibilang aman. Makanya harus diatur, Hafiz/Gloria harus dapat banyak poin dari mana saja, penting buat mereka untuk tampil bagus di turnamen yang masuk kualifikasi olimpiade,” kata Bambang Roedyanto, Kepala Sub Bidang Hubungan Internasional PP PBSI.

Rudy juga menuturkan bahwa ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus tetap berada di peringkat delapan besar. Saat ini Fajar/Rian duduk di peringkat enam Race to Tokyo. Indonesia sudah punya dua andalan di ganda putra yang merajai peringkat pertama dan kedua dunia, yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

“Kalau mau olimpiade, harus maksimalkan banyak pemain di top 8, untuk jaga-jaga juga. Fajar/Rian sudah ada di peringkat enam, jangan sampai turun lagi, kalau bisa naik terus,” jelas Rudy kepada Bolalob.
 
Sementara itu, Shesar Hiren Rhustavito ditarik mundur dari All England 2021 karena turnamen tersebut tak masuk dalam penghitungan poin menuju Olimpiade Tokyo 2021.

“Lebih baik Shesar main di Malaysia Open, karena kalau ikut All England, berat untuk ikut Malaysia Open. Walau belum ada kepastian soal Malaysia Open, tapi kan semua belum resmi, kalau ternyata jadi dan tidak bisa ikut kan sayang, lebih baik dia main di turnamen kualifikasi olimpiade,” tutur Rudy.

All England 2021 rencananya akan digelar pada 17-21 Maret, sedangkan Malaysia Open 2021 pada 31 Maret – 4 April. Jarak waktu sepuluh hari dinilai tidak cukup bagi para pemain untuk mempersiapkan diri, terlebih lagi akan ada karantina.

Saat ini Shesar ada di peringkat 14 Race to Tokyo, masih di bawah Anthony Sinisuka Ginting yang di posisi keempat, serta Jonatan Christie di peringkat ketujuh.

Berbeda dengan nomor ganda, di nomor tunggal, tiap negara bisa mengirim dua wakil ke olimpiade selama wakil tersebut ada di peringkat 16 besar dunia. halaman 2 dari 2






Video Trending



Berita Terkait


1617154202051

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?