Inilah Alasan Greysia Polii Memakai Servis Forehand di Nomor Ganda


  •    Kukuh Wahyudi
  •    21/02/21 - 07:47
  •    1.231

Greysia Polii, terpaksa menggunakan servis forehand.
Greysia Polii, terpaksa menggunakan servis forehand. (bwfbadminton.com)

Umumnya pemain-pemain di sektor ganda menggunakan teknik servis backhand untuk jadi andalannya. Tapi, tidak bagi Greysia Polii.

Greysia yang menjadi andalan Indonesia di ganda campuran bersama Apriyani Rahayu justru mengandalkan servis forehand layaknya pemain tunggal.

Servis forehand Greysia adalah salah satu elemen menonjol dalam performanya di Asian Leg bulan lalu. Dengan mengandalkan servis tersebut ia berhasil meraih gelar Yonex Thailand Open dan mencapai semifinal Toyoya Thailand Open, sebelum kehabisan bensin di World Tour Finals.

Greysia mengatakan bahwa dirinya kini kesulitan melakukan servis backhand setelah mengalami cedera bahu.

“Saya mengalami patah bahu pada tahun 2011 dan setelah itu saya tidak bisa lagi melakukan servis backhand saya. Saya frustrasi dengan kelemahan servis itu. Jadi saya terus mencoba, tapi tetap saja saya gugup. Saya tidak tahu kenapa," ucap Greysia seperti dilansir dari situs resmi BWF.

Semula, melakukan servis forehand adalah hal yang menyulitkan baginya. Bahkan di awal-awal ia menggunakan teknik itu sering berujung pada kesalahan. “Saya sangat bodoh,” tuturnya mengenang momen tersebut.

Baca Juga :


“Setelah beberapa perenungan, saya harus menerima bahwa (menolak untuk berubah) adalah karena harga diri saya saja. Saya berkata pada diri saya sendiri: hai Grey, Anda seorang profesional bulutangkis, kenapa Anda tidak bisa melakukan servis (yang baik)? Saya selalu berpikir seperti itu dan tidak bisa mendapatkan jawabannya. Jadi setelah merenungkan ini, setelah bertahun-tahun, saya menyadari bahwa saya harus menerima kelemahan ini. Untuk bermain di level profesional, saya harus menerimanya sebagai kelemahan saya dan kemudian membuat strategi ulang," ujarnya.

“Pelatih saya bilang, yang penting intinya, bukan metode servisnya. Jadi saya mengubahnya dari bulan pertama tahun lalu, dari Malaysian Masters,” kata Greysia.



Dengan cara servis forehand seperti itu, kini Greysia menjadi salah satu dari sedikit pebulutangkis yang melakukan servis tinggi forehand di nomor ganda. Bahkan saat ini servis forehand di nomor ganda sudah hampir punah.

“Ini pekerjaan rumah buat saya. Kebanyakan, pemain yang lebih tua menggunakan servis ini. Saya terus melihat mereka. Saya telah membuatnya tajam. Saya merasa nyaman, tetapi saya harus terus berlatih, agar lebih tajam dan tajam," tutur pemain berusia 33 tahun itu. halaman 2 dari 2





Video Trending



Berita Terkait


1617858602511

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?