Setyana Mapasa Ungkap Bedanya Jadi Pebulutangkis Indonesia dan Australia


  •    Widya Amelia
  •    23/02/21 - 13:20
  •    76.841

Setyana Mapasa/Gronya Sommerville, ganda putri Australia (BWFBadminton.com)
Setyana Mapasa/Gronya Sommerville, ganda putri Australia (BWFBadminton.com)

Enam tahun sudah Setyana Mapasa membawa nama Australia di pertandingan bulutangkis internasional. Pemain asal Kawangkoan, Manado ini memutuskan untuk berkarir di Australia dan kini berpasangan dengan Gronya Sommerville.

Di kelas junior, Setyana sempat menjadi salah satu andalan Indonesia di ajang Asia Junior Championships serta World Junior Championships pada tahun 2012 dan 2013. Namun cedera menghantuinya, pemilik nama lengkap Setyana Daniella Florensia Mapasa ini akhirnya memutuskan untuk pindah ke Australia.

“Saya cedera dan merasa tidak akan bisa bermain dalam jangka waktu panjang, paling hanya beberapa tahun saja. Setelah diskusi dengan orangtua, ada family reasons juga, akhirnya saya memutuskan ke pindah ke Australia. Ternyata saya bisa main sampai sekarang, cukup lama juga,” kata Setyana kepada Bolalob.

Baca Juga :


Menjalani hari-hari di Australia bukanlah hal mudah bagi Setyana, ia butuh waktu menyesuaikan diri dengan berbagai hal. Setyana hanya beberapa lama berlatih bersama di pusat latihan nasional di Melbourne, kini Setyana latihan mandiri di Sydney, namun ia masih berstatus anggota timnas.

“Kalau soal bulutangkis, di sini bagaikan bumi dan langit dengan di Indonesia. Kalau di Indonesia semua fasilitas sudah ada di depan mata, mau latihan tinggal keluar kamar, jalan sebentar lalu sampai di lapangan, pelatih ada, shuttlecock ada, sparring partner ada,” ujar juara Canada Open 2019 ini.

“Di sini jumlah orang yang main bulutangkis juga tidak banyak, beda dengan di Indonesia,” sambungnya.

Baca Juga :
halaman 2 dari 3
Setyana mengatakan bahwa ia biasanya mengerjakan persiapan latihannya sendiri, mulai dari memesan lapangan, mengontak satu demi satu sparring partner, sampai membawa shuttlecock sendiri.

“Dari pola latihan bulutangkis juga beda sekali, untungnya saya sekarang punya pelatih dari Indonesia, namanya Fandy Wu. Jadi saya merasa latihan saya Indonesia banget, saya beruntung bisa dapat pelatih yang cocok di Sydney,” ungkap Setyana.

“Kultur antara pelatih dan pemain di sini juga beda dengan di Indonesia, kalau di sini lebih seperti rekan kerja saja. It’s a good thing, tapi ada kurangnya juga kalau kita lagi jenuh dan tidak jujur sama diri sendiri. Di sini kita terus-terusan dikasih pilihan, kalau tidak mau ada peningkatan ya itu masalah kita sendiri, tandanya tidak serius, jadi semua tergantung kita sendiri,” tutur pemain kelahiran 15 Agustus 1995 ini.

Setyana juga menentukan program latihannya serta mengevaluasi apa saja kekurangan-kekurangannya. Ia latihan sebanyak enam kali seminggu, selama dua jam per hari. Di tengah pekan biasanya ia libur satu hari.

Pemain binaan klub Tangkas ini juga menceritakan pengalaman mengobati cederanya selama di Australia. Setyana yang mengalami cedera lutut, sempat melewati empat kali operasi di Australia.

“Pengalaman saya waktu operasi di sini, perawatannya sangat intensif dan mereka sangat care sama atlet. Cederanya disembuhkan total, katanya kalau nggak sembuh total, nanti bagaimana kalau saya sudah nggak jadi atlet lagi? Dokternya nanya, saya masih mau kan suatu hari nanti bisa jalan-jalan sama anak saya?” cerita Setyana.

Selain itu, Setyana juga banyak dapat pelajaran bagaimana cara menjaga tubuhnya sebagai atlet. Pola makan sehat kini diterapkan Setyana, ia menyebutkan bahwa pasangan mainnya, Gronya, punya peran besar dalam perubahan ini.

Meskipun lama menetap di Australia, Setyana mengaku selalu rindu Indonesia. Apalagi jika ada turnamen di Indonesia, ia pasti memanfaatkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan teman-temannya.
Terakhir diubah:  23/02/21 - 21:55





Video Trending



Berita Terkait


1499948178458

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?