Berjuang di Lechia Gdansk, Egy Maulana Vikri Obati Kangen Indonesia Lewat Nasi Goreng


  •    Adil Pradipta
  •    23/02/21 - 18:00
  •    1.635

Egy Maulana Vikri di Lechia Gdansk (Dziennik Baltycki/Piotr Hukao)
Egy Maulana Vikri di Lechia Gdansk (Dziennik Baltycki/Piotr Hukao)

Egy Maulana Vikri sudah memasuki tahun ketiga sebagai pemain Lechia Gdansk. Tentu tidak mudah bagi pemain muda dari Indonesia untuk merantau ke Polandia. Lalu bagaimana adaptasi Egy?

Egy bertualang ke Eropa di usia 18 tahun. Pada Juli 2018, pemain bola asal Medan ini menjadi bagian dari Lechia Gdansk. Budaya dan bahasa asing, tanpa kenalan sama sekali mau tak mau membuatnya beradaptasi dalam lingkungan baru.

Membuat diri senyaman mungkin menjadi cara Egy agar bisa terus meningkatkan kemampuan sepak bolanya. Baginya, faktor mental amatlah penting berkaitan dengan performa di atas lapangan.

"Orang-orang di sini membuat saya nyaman, menyambut saya dengan baik. Karena bermain di mana pun kalau tidak nyaman tidak bisa mengeluarkan permainan terbaik. Tapi ketika nyaman semua bisa keluar dengan mudah," ungkap Egy channel Youtube Rakuten Sports.

Baca Juga :


Meski tidak menggunakan bahasa ibu dalam percakapan sehari-hari, Egy mengobati rindu kampung halaman lewat bermain video gim. Jebolan SKO Ragunan ini sering bermain bersama pemain timnas Indonesia.

"Tantangan buat pemain muda Indonesia ke luar negeri yang pertama adalah mental. Kita akan berada jauh banget dari keluarga dan teman-teman. Tidak ada yang berbahasa Indonesia. Saya jarang menggunakan bahasa Indonesia."

"Terus juga masih tinggal sendiri di sini tidak ada siapa-siapa. Di kamar saja tidak mungkin setiap saat saya tidur, jadi kadang saya bermain gim dengan teman-teman. Ada teman-teman dari timnas. Cerita tentang timnas dan liga Indonesia," ujar mantan pemain timnas Indonesia U-19 ini. halaman 2 dari 3
Beruntung dengan kemudahan teknologi saat ini Egy Maulana Vikri bisa video call keluarga di Indonesia. Setidaknya dalam seminggu ada sesekali dia berkomunikasi dengan keluarga.

"Beberapa kali video call sama orang tua. Tidak setiap hari, mungkin tiga hari. Setiap minggu itu ada lah," kata winger Lechia Gdansk ini.

"Seperti nanya kabar bagaimana situasi di sini. Selalu berusaha menampilkan yang terbaik. Saya juga bertanya situasi di sana bagaimana."

Baca Juga :


Egy yang pernah meraih penghargaan Jouer Revelation Trophee di Turnamen Toulon 2017 ini terkadang ingin menyantap masakan Indonesia. Hanya saja ia harus memasak sendiri dengan resep dari orang tua.

"Kadang juga nanya resep buat masak. Seperti masak nasi goreng karena kadang saya kangen dan nanya cara masaknya," lanjut Egy sambil tersenyum. halaman 3 dari 3





Video Trending



Berita Terkait


1611122401899

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?