Tiga Senjata Endo/Watanabe, Musuh Bebuyutan Ganda Putra Indonesia


  •    Widya Amelia
  •    24/02/21 - 16:40
  •    39.224

Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, ganda putra Jepang (BWFBadminton.com)
Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, ganda putra Jepang (BWFBadminton.com)

Meski punya dua wakil yang bertengger di dua posisi teratas peringkat dunia, namun ganda putra Indonesia waspadai ancaman yang datang dari Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Ganda putra asal Jepang ini beberapa kali memutus harapan wakil Indonesia di sejumlah turnamen bergengsi.

Melihat catatan rekor pertemuan, Endo/Watanabe unggul jauh atas Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, ganda putra nomor satu dunia andalan Indonesia. Endo/Watanabe jugalah yang mengalahkan Kevin/Marcus di final All England 2020, dengan skor tipis 21-18, 12-21, 21-19. Kemenangan ini membuat Endo/Watanabe kian unggul 6-2 dan mencatat enam kemenangan di enam pertemuan terakhir.

Sebaliknya, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sejauh ini punya catatan rekor yang lebih baik menghadapi Endo/Watanabe dengan skor 6-2. Namun di pertemuan terakhir di perempat final All England 2020, Endo/Watanabe memupuskan harapan Hendra/Ahsan untuk mempertahankan gelar juara. Pasangan rangking enam dunia ini menundukkan Hendra/Ahsan dalam permainan straight game, dengan skor 21-19, 21-18.

Kepala Pelatih Ganda Putra PP PBSI Herry Iman Pierngadi mengatakan bahwa Endo/Watanabe punya tiga senjata utama yang hingga saat ini terus dianalisa demi mendapat formula terbaik untuk mengalahkan mereka.

Baca Juga :


1. Pertahanan Sangat Rapat

Herry menilai bahwa pertahanan rapat menjadi salah satu senjata andalan Endo/Watanabe yang kerap menyulitkan lawan-lawan mereka.

“Hendra/Ahsan kalau lawan Endo/Watanabe harus benar-benar pintar dan efisien, karena nggak mudah menembus pertahanan mereka, apalagi Hendra/Ahsan kan tidak muda lagi. Nah, kalau ketemu Kevin/Marcus, Endo/Watanabe kayaknya yakin banget, karena sudah ada rekor bagus,” ujar Herry kepada Bolalob.

Herry menjelaskan kalau sebetulnya Kevin/Marcus sudah maksimal dan sudah menemukan kunci mengalahkan Endo/Watanabe di pertemuan terakhir mereka di final All England 2020. Namun di poin akhir ada kesalahan sendiri yang menguntungkan lawan.

“Di poin akhir itu kesalahannya dari Kevin/Marcus sendiri, ada pukulan yang salah, dan ini sudah kami pelajari. Memang belum rezekinya mereka. Tapi kita harus akui juga pertahanan Endo/Watanabe ini memang rapat,” lanjut Herry.

2. Watanabe Playmaker Istimewa

Dikatakan Herry, Watanabe adalah salah satu dari pemain Jepang yang menonjol.

“Watanabe itu bisa mengatur permainan dengan baik. Kalau di Minions, mungkin dia Kevin-nya lah, pergerakannya bagus,” ujar Herry.

Herry mengatakan bahwa salah satu PR nya sebagai pelatih adalah menganalisa permainan Watanabe, mempelajari kelebihan dan kelemahan pemain Jepang tersebut.

3. Konsisten dan Stabil

Herry mengatakan bahwa Endo/Watanabe bisa bermain stabil dan konsisten dari awal hingga akhir permainan. Herry juga menilai penampilan keduanya semakin matang sebagai pasangan. halaman 2 dari 2





Video Trending



Berita Terkait


1616332263349

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?