Jika Sukses Bersama Inter Milan, Antonio Conte Bisa Saja Kembali Tangani Timnas Italia


  •    Dwi Anggoro
  •    27/02/21 - 21:30
  •    2.644

Antonio Conte di Timnas Italia (SkySport)
Antonio Conte di Timnas Italia (SkySport)

Antonio Conte membiarkan pintu terbuka untuk kemungkinan kembali menangani Tim Nasional Italia, tetapi menegaskan Inter Milan adalah tantangan terbesar dalam karirnya.

Ia melihat Juventus sebagai tim kuat di Italia selama bertahun-tahun dan menjadi tim yang harus dikalahkan. Bersama Inter dirinya yakin bisa menjadi pesaing Juventus bahkan melewatinya.

“Juventus telah menciptakan celah besar selama bertahun-tahun, tetapi Inter bertujuan untuk menang selama satu setengah tahun. Lawan lainnya juga meningkat. Kami melakukan hal yang sama berkat kerja keras,” kata Conte kepada Il Corriere Della Sera.

Baca Juga :


“Kami terus berubah. Kami mulai dengan sistem 3-5-2, dan kemudian kami menjadi lebih agresif. Kami finis sebagai runner-up di Serie A musim lalu dan mencapai final Liga Europa," lanjutnya.

“Rangnick memuji saya dengan mengatakan: 'Saya suka Inter, menurut saya ini tim yang canggih.' Orang-orang sering membicarakan tentang sepak bola sederhana, tetapi Anda memperhatikan bahwa ada ide. Kami memulai dengan cara itu, agresif. Mungkin kami melebih-lebihkan dan lawan kami menemukan tindakan balasan," ungkapnya.
halaman 2 dari 3
"Kami telah menemukan keseimbangan dengan kombinasi yang baik antara agresi dan penantian: kami menjadi lebih kompak, saat menyerang (dulu) kami terluka," tambahnya.

“Saya selalu memberi tahu para pemain saya bahwa mereka harus pesimis saat menyerang. Orang optimis adalah orang yang mengira dia tidak akan kehilangan bola dan tidak bersiap-siap. Orang pesimis melakukannya, dia merencanakan lebih banyak," ucapnya.

“Dibutuhkan keseimbangan yang luar biasa. Bagi saya, maksimal menyerang dengan 5-6 pemain: Hakimi dan Perisic, plus Eriksen yang merupakan gelandang serang dan Barella," ujar Conte tentang formasinya sekarang.

“Di bagian pertama kompetisi, kami menciptakan banyak hal, tapi kami sedikit terekspos, dan kami kebobolan terlalu banyak gol: sekarang ada keseimbangan yang bagus dan semua orang berpartisipasi dalam dua fase," tegasnya.

“Saat orang membicarakan saya, selalu ada 'tetapi'. Mereka berkata: 'Dia adalah pelatih yang baik, 'tapi' merangsang saya. Sepak bola adalah hasrat saya, saya suka melihat pelatih yang punya ide. Saya mengambil inspirasi dari pelatih non-profesional daripada mereka yang belajar di Coverciano," katanya.

“Ketika saya mengakhiri karir saya sebagai pesepakbola, saya memulai dari awal dengan Arezzo. Saya telah memenangkan segalanya sebagai pesepakbola. Pelatih Conte telah memulai dari nol. Mereka yang bermain di klub besar mengira mereka bisa menjadi pelatih, tapi itu berbeda," ujarnya.

Baca Juga :


“Saya lebih siap berkat pengalaman saya. Saya disarankan untuk tidak bergabung dengan Inter, tetapi saya menyukai tantangan, dan tantangan ini adalah yang tersulit dalam karier saya,” ucapnya.

Ia pun membuka pintu kembali menangani Timnas Italia. “Itu membuat saya merinding memikirkan tim nasional. Pintuku akan selalu terbuka ke Italia,” pungkasnya. halaman 3 dari 3


Ari Ramdani - Goals, Assists And Skills!






Video Trending



Berita Terkait


1618146393549

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?