5 Hal Unik Jamal Musiala, Wonderkid Bayern Munchen yang Lebih Pilih Timnas Jerman daripada Inggris


  •    Rizka Perdana Putra
  •    01/03/21 - 17:00
  •    20.837

Jamal Musiala
Jamal Musiala - Bayern Munchen (Bolalob)

Gelandang muda Bayern Munchen Jamal Musiala terus mencuri perhatian. Golnya ke gawang Lazio di ajang Liga Champions pekan lalu semakin menegaskan bahwa ia punya potensi besar untuk menjadi pemain elit Eropa berikutnya.

Meski baru berusia 18 tahun, Musiala tampak begitu nyaman bermain dengan rekan satu tim yang lebih tua di Bayern Munchen. Musim ini, ia sudah diturunkan sebanyak 24 kali (17 diantaranya sebagai cadangan) dan mencetak 4 gol.

Baca Juga :


Remaja kelahiran Stuttgart, Jerman, 26 Februari 2003 itu tampaknya tidak butuh waktu lama untuk segera mencuri satu tempat di lini tengah Die Bayern  dan bahkan Timnas Jerman.

Dilansir dari laman Four Four Two, berikut 5 hal yang harus kamu ketahui tentang pemain yang memiliki darah Jerman, Inggris dan Nigeria ini.

halaman 2 dari 5
1. Produk akademi Chelsea



Musiala lahir di Stuttgart, Jerman, negara tempat ibunya dibesarkan. Ketika berusia 7 tahun ia pindah ke Coyden, Inggris dan bergabung dengan program pemain muda prestisius milik Chelsea. Ia pun bersekolah di tempat yang sama dengan bintang muda Chelsea Callum Hudson-Odoi.

Sembilan tahun kemudian, di usia 16 tahun, ia mendapat tawaran untuk kembali ke Jerman, bergabung bersama Bayern Munchen. Sebuah tawaran yang tidak bisa ditolaknya.

2. Pernah bermain dengan sejumlah bintang muda Timnas Inggris



Berposisi sebagai gelandang, Musiala pernah bermain bersama Amad Diallo yang beroperasi di sayap kiri. Louie Barry, pemain Inggris pertama yang berasal dari akademi Barcelona, La Masia berada di sisi kanan.

Tepat di sampingnya ada Jude Bellingham, salah satu bakat besar Borussia Dortmund yang baru-baru ini mencatatkan rekor sebagai pemain internasional termuda ketiga Timnas Inggris.

Generasi Musialla, Diallo, Barry dan Bellingham di Timnas Inggris dipercaya tidak kalah baiknya dari era Bukayo Saka, Phil Foden, dan Jadon Sancho. Beberapa nama potensial tersebut menyimpan harapan baru bagi Timnas Inggris di masa yang akan datang. halaman 3 dari 5
3. Tapi, Musiala tidak akan bermain untuk Timnas Inggris, melainkan Jerman



Meski pernah mendapat rayuan dari Callum Hudson-Odoi untuk bermain bersama Timnas Inggris, Musiala nyatanya memilih berjanji setia kepada Die Mannschaft, julukan Timnas Jerman. 

Maklum, Musiala memang lahir di Jerman. Sebelum bergabung bersama akademi Chelsea, Musiala pernah menimba ilmu di Jerman bersama TSV Lehnerz.

Keinginan Musiala membela Timnas Jerman itu baru saja diungkapkan dalam sebuah wawancara dengan The Athletic pekan lalu. 

"Saya sudah banyak memikirkan pertanyaan ini. Apa yang terbaik untuk masa depan saya? Di mana saya punya lebih banyak kesempatan untuk bermain?

"Ini bukan keputusan yang mudah bagi saya. Inggris adalah rumah bagi saya. Sulit menemukan kata-kata untuk menunjukkan betapa berartinya Inggris bagi saya, karena saya memiliki begitu banyak kenangan yang sangat positif.

"Pada akhirnya, saya hanya mendengarkan kata hati saya, yang berkata bahwa bermain bersama Jerman, tanah tempat saya dilahirkan, adalah keputusan yang tepat. halaman 4 dari 5
4. Dia pemain termuda Bayern



Kebijakan transfer Bayern (dan juga sang rival, Borussia Dortmund) telah bergeser dalam beberapa tahun terakhir. Karena tidak memiliki kekuatan mumpuni dalam hal biaya transfer, Bayern akhirnya memilih merekrut talenta muda dan mengembangkannya.

Musiala pun menjadi salah satu yang termasuk dalam proyek tersebut. Ia diharapkan bakal mengikuti sejumlah pemain muda Bayern yang lebih dulu bersinar seperti Alphonso Davies, Serge Gnabry atau Kingsley Coman.

5. Pemain serba bisa: No. 10, gelandang box-to-box, No. 9 atau winger



Meski berposisi asli sebagai gelandang serang (No.10), bersama Bayern, Musiala sempat beberapa kali berperan sebagai gelandang box-to-box. 

Maklum, Musiala memang punya stamina yang mumpuni, ia juga bisa melepaskan tembakan keras ke gawang. Seperti halnya Jude Bellingham, tendangan Musiala juga kerap kali sulit dibaca kiper lawan. 

Selain beroperasi di lini tengah, Musiala juga bisa mengisi peran yang saat ini diemban Thomas Muller, yaitu second striker atau striker. Meski begitu, akan menarik melihat bagaimana ia berkembang dalam beberapa tahun mendatang. halaman 5 dari 5

Video


Terakhir diubah:  06/03/21 - 08:21





Video Trending



Berita Terkait


1620500224783

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?