Ini Bedanya Protokol Kesehatan di Swiss Open dan Thailand Open


  •    Widya Amelia
  •    02/03/21 - 13:20
  •    1.714

Impact Arena, hall latihan di Thailand Open 2021 (BWFBadminton.com)
Impact Arena, hall latihan di Thailand Open 2021 (BWFBadminton.com)

Turnamen Swiss Open 2021 menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang berbeda dengan rangkaian turnamen di Thailand pada Januari lalu. Kepada Bolalob, Asisten Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI, Aryono Miranat, berbagi cerita mengenai protokol kesehatan yang diterapkan di Swiss Open 2021.  Apa saja perbedaannya?

Karantina

Mereka yang bertanding di Yonex Thailand Open 2021, Toyota Thailand Open 2021 dan BWF World Tour Finals 2020, wajib menjalani karantina selama 14 hari. Di hari ketiga setelah tiba di Bangkok, para atlet baru boleh menjalani latihan.
 
Selama karantina, atlet tidak boleh meninggalkan kamar mereka sama sekali, kecuali waktu latihan atau mengambil makanan. Peraturan ini sangat ketat dan dipantau 24 jam melalui kamera CCTV, mereka yang melanggar akan dikenakan sanksi. 

Sedangkan di Swiss Open 2021, panitia pelaksana telah mendapatkan pengecualian kewajiban karantina 10 hari bagi para peserta. Para atlet hanya diwajibkan tinggal di kamar hotel mereka saat menungu hasil swab test yang dilakukan saat tiba di Basel. Setelah hasil test keluar, atlet boleh keluar kamar namun di area-area tertentu saja yang sudah dibatasi oleh panitia penyelenggara. 

Test Covid-19

Daftar test Covid-19 selama di Bangkok: 
1.Satu kali test di negara asal sebelum berangkat ke Bangkok, maksimal test 72 jam sebelum waktu keberangkatan. 
2.Satu kali test saat kedatangan di hotel di Bangkok
3.Satu kali test di minggu pertama karantina
4.Dua kali test selama turnamen Yonex Thailand Open 2021
5.Dua kali test selama turnamen Toyota Thailand Open 2021
6.Satu kali test sebelum meninggalkan Bangkok

Para atlet juga biasanya akan menjalani test saat karantina di negara asal. 
Sedangkan di Swiss Open, test hanya akan dilakukan dua kali. Pertama saat ketibaan di hotel, kemudian H-3 sebelum meninggalkan Basel. Panitia pelaksana juga mewajibkan peserta menjalani test Covid-19 maksimal 72 jam sebelum keberangkatan di negara asal.  halaman 2 dari 2
Makanan

Di Thailand Open, atlet tidak diperbolehkan makan di luar kamar. Makan pagi, siang dan malam diantarkan panitia penyelenggara ke kamar masing-masing. 

Sedangkan di Swiss Open, atlet bisa makan pagi, siang dan malam di restoran di hotel. Panitia penyelenggara juga menyediakan voucher makan yang bisa dibeli di lobi hotel. Para peserta turnamen dapat membeli voucher ini dan makan di restoran hotel atau makan di kamar masing-masing. 

“Dengar-dengar bisa pesan antar makanan dari luar hotel, tapi kami belum tahu kepastiannya dan belum ada yang mencoba juga,” kata Aryono.
 
Transportasi

Para atlet yang bertanding di Thailand Open menggunakan shuttle bus yang diatur khusus untuk tiap negara. Bis pun telah disulap menjadi single seating, jarak antar kursi diatur dan kursi dilapisi plastik. Tim Indonesia mendapat bus khusus yang hanya boleh diisi pemain dan tim Indonesia saja. 

Sedangkan di Swiss Open, peserta menggunakan shuttle bus pada umumnya dan diperbolehkan bergabung dengan peserta dari negara lain, seperti yang biasa dilakukan sebelum pandemi Covid-19. 

“Kalau soal transportasi, sama seperti di turnamen-turnamen yang dulu, bisa gabung sama atlet beda negara dan seperti biasa ada jadwal busnya,” ujar Aryono. 

Hall Latihan

Di Thailand Open, setiap lapangan latihan dibatasi dengan plastik yang dibersihkan secara berkala dengan disinfektan. Namun ini tidak ditemukan di lapangan latihan di St. Jakobshalle di Swiss Open. 

Baik Thailand Open dan Swiss Open sama-sama menerapkan protokol kesehatan di hall pertandingan, semua yang masuk ke stadion wajib diukur suhu badannya dan menggunakan hand sanitizer.
Terakhir diubah:  02/03/21 - 14:16





Video Trending



Berita Terkait


1616030054707

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?