Salut, Atlet Badminton Ini Ternyata Ilmuwan yang Perangi Covid-19


  •    Widya Amelia
  •    03/03/21 - 23:58
  •    1.471

Anona Pak, atlet ganda campuran New Zealand (BWFBadminton.com)
Anona Pak, atlet ganda campuran New Zealand (BWFBadminton.com)

Tak cuma bertugas jadi pemain depan di badminton, Anona Pak ternyata juga jadi garda terdepan yang membantu negaranya memerangi pandemi Covid-19.

Atlet asal New Zealand yang berusia 27 tahun ini adalah seorang ilmuwan laboratorium. Pak bekerja di departemen virologi sebuah rumah sakit yang membuka pelayanan tes Covid-19. 

Pak dan pasangan mainnya, Oliver Leydon-Davis, merupakan ganda campuran andalan New Zealand. Mereka menempati rangking tertinggi kedua di Oseania, setelah Wing Hang Leung/Gronya Sommerville (Australia). 

 “Saya sudah bekerja sebagai ilmuwan laboratorium selama dua tahun, tetapi baru sekarang mulai di bagian tes Covid-19, sejak pandemi muncul. Semua orang sangat sibuk, sampai kerja lembur. Tapi New Zealand bisa mengontrol penyebaran Covid-19 dengan baik,” kata Pak, dilansir situs resmi Badminton World Federation (BWF).
 
Pak menjelaskan bahwa di New Zealand tidak ada penularan di kelompok masyarakat, ia hanya melakukan tes Covid-19 untuk mereka yang menjalani isolasi. Semua pendatang dari luar negeri wajib melakukan karantina selama dua minggu dan menjalani tes pada hari pertama, ketiga dan keduabelas. Setiap minggunya, ada sekitar 1500 sampel yang harus dites. 

Bagaimana Pak membagi waktu antara pekerjaannya sebagai ilmuwan laboratorium dan atlet badminton? Ia mengaku memang harus bekerja lebih keras untuk bisa menyeimbangkan kedua profesinya tersebut. 

“Memang menyiksa secara mental, saat bekerja pasti merasa capek secara mental, tapi harus latihan sepulang kerja. Kami sangat menikmati main badminton, di lapangan terasa sangat berenergi, tapi ada kalanya kami dalam kondisi tidak ada tenaga dan selama latihan rasanya semua salah,” jelas Pak. 

“Tapi ini membuat saya berhenti memikirkan hal-hal lain. Bekerja akan menstimulasi pikiran, jadi saya bisa memikirkan hal lain selain badminton. Dan di lapangan, ada hal lain yang harus dipikirkan,” tutur Pak dan Leydon-Davis yang kini duduk di peringkat 61 dunia. 

Pak merasa beruntung bisa berlaga di dua turnamen level super 1000 pada Januari lalu di Bangkok, Thailand. 

“Sangat besar artinya buat saya. Bisa melihat bintang-bintang badminton dan saya main di lapangan yang sama dengan mereka. Banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang saya dapat,” sebutnya. 








Video Trending



Berita Terkait


1620030002146

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?