Deretan Atlet Badminton Ini Tetap Juara Meski Dihantam Cedera


  •    Widya Amelia
  •    09/03/21 - 17:20
  •    750

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Badmintonindonesia.org/Widya Amelia)
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Badmintonindonesia.org/Widya Amelia)

Cedera menjadi momok yang menyeramkan bagi atlet. Namun di tengah hantaman cedera, sejumlah pebulutangkis ini berhasil menyingkirkan lawan-lawan mereka dan merebut gelar juara. 

Marcus Fernaldi Gideon
Marcus Fernaldi Gideon mengalami cedera pada lehernya saat ia mengikuti turnamen BWF World Tour Finals 2017. Cedera ini ia alami saat latihan sebelum turnamen dimulai. Akibatnya, performa Marcus kurang maksimal, ia dan Kevin Sanjaya Sukamuljo mengalami kekalahan di laga penyisihan dari Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, dengan skor 17-21, 17-21. 

Akan tetapi, Kevin/Marcus bangkit dan membalas kekalahan mereka dari ganda asal Jepang tersebut di babak semifinal dengan skor 21-10, 18-21, 21-16. Marcus/Kevin menjadi juara setelah di final mengalahkan Liu Cheng/Zhang Nan (China) dengan skor 21-16, 21-15. 

Baca Juga :


Hendra Setiawan
Meski mengalami cedera betis kanannya, Hendra Setiawan mampu menjadi jawara di All England 2019 bersama Mohammad Ahsan. Hendra merasakan sakit pada betisnya saat pertandingan semifinal melawan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang), namun Hendra/Ahsan berhasil memetik kemenangan. 

Karena cedera ini, banyak orang pesimis dengan penampilan Hendra/Ahsan di final. Akan tetapi pasangan yang dijuliki the Daddies ini tak mau menyerah begitu saja, mereka tetap memberi perlawanan pada Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) di final dan akhirnya merebut gelar juara. 

Daya juang tinggi dan fokus dikatakan Hendra menjadi kunci kemenangannya dan Ahsan di final. Meski saat main sakitnya masih terasa, namun ia sangat termotivasi untuk tak mengalah begitu saja di turnamen selevel All England. 

Sesaat setelah merebut champion point, Hendra dan Ahsan terduduk seolah tak percaya mereka bisa memenangkan pertandingan dalam kondisi seperti itu. 

Carolina Marin 
Pemain tunggal putri Spanyol Carolina Marin mengungkap ia sempat berniat untuk mundur dari Swiss Open 2021 pekan lalu. Pada hari Selasa (2/3), Marin merasa ia tak akan bisa bermain karena mengalami cedera pada area betisnya. 

“Saya sangat takut sekali, saya pikir cederanya akan makin parah. Tapi saya mencoba untuk bermain, ternyata saya bisa dan akhirnya memenangkan partai final,” ujar Marin seperti dilansir situs Badminton Europe. 

Marin merebut gelar juara Swiss Open 2021 setelah mengalahkan Pusarla V. Sindhu (India) dengan skor 21-12, 21-5, dalam waktu 35 menit. Ini merupakan gelar ketiga yang diraih Marin pada tahun ini. Sebelumnya ia merebut gelar juara di dua turnamen di leg Asia yaitu Yonex Thailand Open 2021 dan Toyota Thailand Open 2021. halaman 2 dari 2
Terakhir diubah:  09/03/21 - 18:17





Video Trending



Berita Terkait


1615891801834

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?