Arena Birmingham, Tempat Keramat Buat Atlet Badminton Indonesia?


  •    Widya Amelia
  •    16/03/21 - 17:20
  •    1.047

Utilita Arena Birmingham (allenglandbadminton.com)
Utilita Arena Birmingham (allenglandbadminton.com)

Venue turnamen All England merupakan salah satu stadion turnamen badminton terbaik di seluruh dunia. Turnamen bintang lima ini merupakan salah satu turnamen dengan penyelenggaraan paling sukses, seperti Blibli Indonesia Open di Jakarta. 

Sejak tahun 1994, All England dilangsungkan di stadion yang terletak di pusat kota Birmingham ini. Awalnya stadion ini dibangun untuk keperluan olahraga, namun akhirnya stadion berkapasitas 15,800 orang ini banyak digunakan untuk konferensi hingga acara entertainment seperti konser musik, pameran dan sebagainya.

Sejumlah penyanyi kondang seperti Madonna, Queen, Lady Gaga, Michael Buble hingga One Direction pernah menggelar konser di sini. 

Uniknya, nama stadion ini berubah seiring perubahan sponsor. Berikut detil perubahan nama Arena Birmingham: 

4 Oktober 1991 – 1 Desember 2014 National Indoor Arena
2 Desember 2014 – 31 Agustus 2017 Barclaycard Arena
1 September 2017 – 14 April 2020 Arena Birmingham
15 April 2020 – sekarang Utilita Arena Birmingham halaman 2 dari 3
Indonesia punya catatan manis selama penyelenggaraan All England di stadion ini. Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mencetak sejarah dengan meraih gelar hattrick pada tahun 2012, 2013 dan 2014. 

Tak hanya itu, Tontowi/Liliyana memenangkan gelar All England tahun 2013 dan 2014 di National Indoor Arena dengan lawan, hasil skor hingga durasi pertandingan yang sama. Pada dua final berturut-turut, Tontowi/Liliyana di final mengalahkan Zhang Nan/Zhao Yun Lei (China), dengan skor 21-13, 21-17 dalam waktu 42 menit.

Baca Juga :

 
“Kami sudah tiga kali juara di stadion ini. Saya pikir, kok ini rasanya seperti bertanding di rumah kami ya?” kata Tontowi seperti dilansir situs Badmintonindonesia.org usai kemenangannya di All England 2014. 

Ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon juga meraih tahta peringkat satu dunia usai menjadi juara All England 2017 di Barclaycard Arena. Saat itu Kevin/Marcus menduduki posisi kelima dalam daftar unggulan, namun mereka berhasil membuktikan jadi yang terbaik. halaman 3 dari 3
Kevin/Marcus mempertahankan gelar juara pada tahun berikutnya. Namun sayang, mereka gagal mencetak hattrick di tahun 2019. Akan tetapi, gelar All England 2019 tetap menjadi milik Indonesia saat Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjadi juara secara dramatis. 

Hendra/Ahsan menjadi kampiun di All England 2019 dengan kondisi hampir tidak mungkin untuk menang karena Hendra mengalami cedera betis kanan. Saat itu bahkan Hendra kesulitan untuk berjalan. Namun Hendra/Ahsan berhasil mempersembahkan titel untuk Indonesia dengan mengalahkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia), dengan skor 11-21, 21-14, 21-12.

Baca Juga :


Pada tahun lalu, ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melanjutkan tradisi gelar untuk Indonesia yang belum putus dari tahun 2016. Praveen merebut dua gelar All England bersama pasangan yang berbeda. Pada tahun 2016, Praveen naik podium juara bersama Debby Susanto yang kini telah gantung raket.





Video Trending



Berita Terkait


1618384801980

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?