Ungkapan Kekecewaan Atlet Indonesia Usai Dipaksa Mundur, Minta Keadilan dari BWF


  •    Widya Amelia
  •    18/03/21 - 08:14
  •    49.511

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Badminton Photo)
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Badminton Photo)

Para atlet badminton Indonesia ungkapkan kekecewaan mereka setelah dipaksa mundur dari All England 2021. Seluruh tim Indonesia tidak dapat melanjutkan kiprahnya di event bergengsi tersebut setelah mendapat email dari pemerintah Inggris yang melakukan tracing Covid-19. 

Dilaporkan ada satu penumpang pesawat Turkish Airlines dari Istanbul-Birmingham, pesawat yang sama yang ditumpangi tim Indonesia, dinyatakan positif, semua yang berada satu pesawat diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 10 hari.
 
Dari total 24 orang di tim, empat orang tidak mendapatkan email. Mereka adalah Mohammad Ahsan, Irwansyah (Asisten Pelatih Tunggal Putra), Iwan Hermawan (Kasubid Sport Science) dan Gilang (ahli pijat). 

Baca Juga :


Dari tujuh wakil, baru tiga wakil yang sudah melewati pertandingan babak pertama. Mereka adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Jonatan Christie.

Namun sayangnya, Anthony Sinisuka Ginting, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto bahkan belum melakoni pertandingan babak pertama. Greysia Polii/Apriyani Rahayu langsung ke babak kedua karena lawan mereka di babak pertama mengundurkan diri. 

Berbagai ungkapan kekecewaan ditumpahkan para pebulutangkis Indonesia di akun sosial media masing-masing. Mereka meminta Badminton World Federation (BWF) untuk bertanggungjawab menyelesaikan permasalahan ini. 

“Malam ini kami sangat kaget, kami pemain Indonesia harus mundur dari All England karena ada penumpang yang satu flight dengan kami, positif Covid-19. Ini menjadi catatan bahwa BWF telah gagal mengatur turnamen ini,” kata Marcus dalam akun Instagramnya. 

Unggahan Marcus Fernaldi Gideon di akun Instagram miliknya.
Caption

Senada dengan Marcus, Greysia pun tak dapat menahan rasa kecewanya karena batal bertanding di turnamen bulutangkis paling tua ini. 

“Jadi situasinya memang rancu. Kita dapat peringatan dari pemerintah Inggris. Sedangkan mereka yang positif kemarin di bawah peraturan BWF. BWF Mungkin nggak bisa bantu banyak karena tim Indonesia diberi peringatan dari negara (Inggris), kami juga tidak bisa apa-apa,” jelas Greysia seperti tertulis di akun miliknya @greyspolii. 

“Tapi yang jadi KOENTJI itu adalah, BWF harus tanggungjawab cari letak permasalahan di mana. Kasih perlindungan untuk atletnya, CARI SOLUSI, kasih kejelasan. BWF HARUS ADIL DAN JELAS!!!!” lanjut Greysia.

Sebelumnya salah satu pelatih Denmark, Thomas Stavngaard, dinyatakan positif Covid-19, namun setelah dilakukan test ulang, hasilnya negatif. Ia dan tim Denmark yang kontak erat akhirnya dinyatakan boleh bertanding oleh BWF. Sedangkan pada kasus tim Indonesia, peringatan datang langsung dari pemerintah Inggris dan ini tidak dapat diganggu gugat oleh pihak manapun, termasuk BWF. 
 
Sejumlah pemain juga kompak memposting foto logo BWF dengan caption permintaan pertanggungjawaban dari induk organisasi bulutangkis dunia tersebut.

“Harus bertanggungjawab !!!!!!!!! INI TIDAK ADIL !!!!” tulis Fajar. 

Unggahan yang sama juga terlihat di akun Rian, Kevin, Anthony, Melati, Ahsan, Hendra dan Apriyani. 

Hingga berita ini diturunkan, PBSI masih terus berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk mendapatkan kejelasan mengenai kasus ini.


Terakhir diubah:  19/03/21 - 07:12






Video Trending



Berita Terkait


1620188402091

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?