Mohammad Ahsan Ceritakan Kronologi Dipaksa Mundur dari All England


  •    Widya Amelia
  •    18/03/21 - 12:19
  •    66.339

Mohammad Ahsan (Badminton Photo)
Mohammad Ahsan (Badminton Photo)

Baru saja selesai bertanding, ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mesti menghadapi kenyataan pahit. Mereka dipaksa mundur dari turnamen bergengsi All England 2021 usai mendapat peringatan dari pemerintah Inggris karena berada satu pesawat dengan seorang penumpang yang terdeteksi positif Covid-19. 

Tak hanya Hendra/Ahsan, seluruh tim Indonesia juga dipaksa mundur dengan alasan yang sama. 

 “Pastinya sangat terkejut karena dikasihtahunya pas banget selesai saya main. Kita pas selesai main biasa ketemu pelatih dan kebetulan ada kak Rionny (Mainaky) dan koh Herry (Iman Pierngadi) tapi saya lihat wajah mereka kok nggak enak, padahal kan saya menang?” kata Ahsan kepada Bolalob. 

“Setelah main itu biasanya kami diskusi dulu soal permainan, tapi mereka bilang kita semua harus pulang, besok nggak boleh main lagi,” lanjut Juara All England 2014 dan 2019 ini. 

Bukan cuma terkejut, saat itu Hendra/Ahsan sempat bertanya-tanya, apa alasannya mereka tidak boleh melanjutkan pertandingan di babak kedua. Hendra/Ahsan telah melewati pertandingan pertama melawan wakil tuan rumah, Sean Vendy/Ben Lane, dengan skor 21-18, 19-21, 21-19. 

Saat pulang ke hotel bersama Hendra, Ahsan masih berdiskusi soal hal ini bersama pasangannya tersebut. Mereka masih tak percaya harus angkat koper dari All England.
 
“Kami sama-sama bertanya-tanya, kenapa bisa terjadi seperti ini, apa alasannya kami harus mundur. Ini memang berurusan langsung sama pemerintah Inggris, dan saya rasa semuanya nggak bisa berbuat apa-apa,” sebut Ahsan. 

Herannya, Ahsan tidak mendapat email peringatan dari National Health Service (NHS) Inggris, sedangkan Hendra dapat surat peringatan karena dianggap ada kontak erat dengan penumpang yang terdeteksi Covid-19. 

“Saya nggak dapat email, padahal di pesawat, saya duduk di sebelahnya koh Hendra,” ungkap Ahsan. 

Selain Ahsan, ada tiga orang di tim Indonesia yang juga tidak mendapat email peringatan dari NHS, mereka adalah Irwansyah (Asisten Pelatih Tunggal Putra), Iwan Hermawan (Kasubid Sport Science) dan Gilang (ahli pijat). 

Meski tak menerima email, Ahsan tetap tidak dapat melanjutkan pertandingan karena Hendra sudah mendapat email peringatan dan tidak bisa bertanding. 





Video Trending



Berita Terkait


1617254401593

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?