Cerita Praveen/Melati Yang Gagal Bertanding: Berharap Kena Prank


  •    Nafielah Mahmudah
  •    18/03/21 - 16:34
  •    6.609

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (Badmintonindonesia.org/Nafielah Mahmudah)
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (Badmintonindonesia.org/Nafielah Mahmudah)

Juara bertahan ganda campuran asal Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dipastikan gagal bertanding di All England 2021. Mereka dipaksa mundur bersama enam wakil lainnya, setelah diketahui berada dalam satu pesawat bersama penumpang yang terinfeksi Covid-19. Walaupun hasil tes PCR mereka dinyatakan negatif Covid-19 saat tiba di Birmingham.

Praveen/Melati mengaku kaget dan tidak menyangka harus terhenti sebelum bertanding. Seharusnya mereka berhadapan dengan Dhruv Kapila/Jakkampudi Meghana (India). 

“Rasanya kaget banget. Saya berharap kalau ini kami kena prank. Tapi ternyata enggak,” kata Melati kepada Bolalob.

“Saya waktu itu lagi siap-siap mau turun ke lobby hotel untuk berangkat ke hall, terus tiba-tiba dikabarin nggak jadi main. Tentu kaget, walaupun jujur dari awal sempet ada feeling, kayanya bakal aneh-aneh nih di sini. Tapi waktu itu masih merasa, oh mungkin ada harapan, mungkin masih bisa diusahakan. Tapi akhirnya sudah fix nggak bisa main di All England,” ungkap Praveen.

Ganda campuran besutan klub Djarum Kudus itu mengaku kecewa dengan keputusan BWF. Apalagi mereka menilai ada banyak hal yang ganjil dan terdapat ketidakjelasan aturan dari pihak penyelenggara.

“Kalau dari awal kami dikasih tahu harus ada kemungkinan isolasi, kami pasti akan mempersiapkannya. Kami datang dalam kondisi sehat dan sudah divaksin, kami juga negatif Covid-19. Kalau memang terindikasi bareng di pesawat, kenapa nggak di tes ulang aja,” lanjut Praveen.

Tim Indonesia sementara ini dipastikan harus menjalani isolasi lanjutan 10 hari sesuai peraturan pemerintah Inggris. Keputusan tersebut mutlak, bahkan tim Indonesia tidak diberikan kesempatan untuk tes PCR ulang untuk memastikan keadaan mereka.

Gagal tampil demi mempertahankan gelar, Praveen/Melati mengaku sudah pasrah. Mereka hanya berharap bisa segera dipulangkan ke tanah air.

“Mau gimana lagi, mau kasih saran juga sudah kejadian. Harapannya semoga kedepannya nggak kaya gini. Aturannya jelas. Saya berharap bisa segera dipulangkan ke Indonesia saja, nggak usah kelamaan tertahan di sini. Karena nggak bisa apa-apa juga. Istilahnya kami jauh-jauh ke Inggris cuma buat latihan dan karantina,” jelas Praveen.








Video Trending



Berita Terkait


1616162403394

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?