Rugi Puluhan Juta, Hendra/Ahsan Tetap Bijak Hadapi Musibah All England


  •    Widya Amelia
  •    19/03/21 - 15:33
  •    6.609

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Badmintonindonesia.org/Widya Amelia)
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Badmintonindonesia.org/Widya Amelia)

Dipaksa mundur dari All England 2021 tentunya merugikan para pemain Indonesia. Selain kehilangan kesempatan bertanding, kejadian ini membuat pemain terpukul. Bagi Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang merupakan pemain profesional, mereka pasti mengalami kerugian materi yang cukup besar.

Dalam sesi bincang-bincang bersama Bolalob langsung dari Birmingham, Hendra/Ahsan mengungkan total kerugian yang mereka alami berkisar Rp. 50 juta.

“Ini salah satu risiko kami, kejadia ini memang merugikan apalagi untuk kami yang pemain profesional dengan biaya sendiri.  Siap-siap kena tagihan (dari PBSI), mulai dari tiket, hotel, dan karantina. Harusnya kejadian ini bisa diantisipasi agar tidak merugikan atlet, kalau begini pasti ada biaya tambahan lagi,” ungkap Ahsan.

“Kurang lebih segitu (Rp. 50 juta), kita pakai visanya juga yang kilat, Rp. 5 jutaan. Memang ini risiko kami sebagai pemain independent, tapi harusnya kejadian ini bisa diantisipasi dari awal, kalau ada aturan begini banyak pemain yang nggak mau datang,” beber Hendra.

Selain akomodasi di Birmingham, Hendra/Ahsan juga mesti menanggung biaya karantina mandiri sepulangnya dari Birmingham. Sebagai gambaran, waktu kembali dari leg Asia bulan Januari lalu, Hendra/Ahsan menghabiskan biaya Rp.9 juta untuk satu kamar hotel tempat karantina.

Hendra/Ahsan berulangkali mengatakan jika tahu dari awal ketentuannya seperti ini, atlet tidak akan mau berangkat. Karena keberangkatan atlet ke All England butuh persiapan, dana, dan tentunya kesiapan mental bepergian jarak jauh di masa pandemi. Apalagi kasus pandemi di Inggris masih besar dan ada jenis virus Corona baru yang muncul di Inggris.







Video Trending



Berita Terkait


1616753401555

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?