Sosok Lee Zii Jia, Si Penakluk Kento Momota di All England


  •    Widya Amelia
  •    19/03/21 - 22:56
  •    11.286

Lee Zii Jia, pemain tunggal putra Malaysia usai mengalahkan Kento Momota dari Jepang (Badminton Photo)
Lee Zii Jia, pemain tunggal putra Malaysia usai mengalahkan Kento Momota dari Jepang (Badminton Photo)

Lee Zii Jia kembali menjadi buah bibir setelah baru saja menaklukkan Kento Momota, pemain nomor satu dunia asal Jepang. Zii Jia, pemain muda harapan Malaysia ini mengalahkan Momota dalam dua game langsung di babak perempat final All England 2021 dengan skor 21-16, 21-19. 

Saat ini Zii Jia dilatih oleh legenda hidup bulutangkis Indonesia, Hendrawan. Zii Jia menjadi andalan di tim nasional tunggal putra Malaysia. Pemain rangking 10 dunia ini punya rekor cemerlang di All England, dengan menumbangkan para unggulan. 

Pada All England tahun lalu, Zii Jia juga menembus babak semifinal setelah mengalahkan Chen Long, peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 asal China. Dalam perjalanan ke semifinal, Zii Jia juga mengalahkan Jonatan Christie dan Lu Guang Zu (China), sebelum akhirnya dihentikan Viktor Axelsen (Denmark) yang menjadi juara. 

Dalam wawancara bersama Bolalob, Hendrawan pernah mengatakan bahwa Zii Jia punya beban yang berat di pundaknya karena ia ada di generasi di bawah pemain kebanggaan Malaysia, Lee Chong Wei. 

Di usia 22 tahun, Zii Jia menjadi andalan tunggal putra Malaysia di Olimpiade Tokyo 2020. Padahal awalnya ia diproyeksikan untuk olimpiade 2024.

“Semestinya target dia itu di tahun 2024, tapi karena performanya mulai bagus, banyak orang berharap ke Zii Jia. Kalau bisa olimpiade tahun ini saja,” ujar Hendrawan. 

“Salah satu yang berat itu ya di momen ini, pemain butuh proses menuju kematangan,” lanjut Hendrawan. 

Sebagai generasi penerus Chong Wei, Zii Jia tentunya diharapkan bisa menjadi The Next Lee Chong Wei. Hal yang sama diungkapkan Hendrawan pada Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, pasti banyak yang berharap mereka jadi generasi penerus Taufik Hidayat.

“Generasi di bawah Taufik dan Chong Wei akan jadi generasi yang bebannya cukup berat. Secara tanggungjawab, secara nama, pasti akan dibanding-bandingkan, sebagus apapun Ginting, Jojo, termasuk Zii Jia, pasti akan dibandingkan dengan generasi Taufik dan Chong Wei,” jelas Hendrawan.
 
“Orang kalau sudah biasa lihat yang luar biasa, lihat yang biasa jadi selalu nggak cukup, itu yang nggak gampang buat pemain di masa sekarang. Padahal generasi muda ini butuh waktu menuju kematangan,” sebutnya. 

Hendrawan mengatakan saat ini Badminton Association Malaysia (BAM) tengah membina pemain-pemain muda yang difokuskan ke target jangka panjang. Selain Zii Jia, pemain paling senior di tunggal putra Malaysia adalah Cheam June Wei yang berusia 24 tahun. 








Video Trending



Berita Terkait


1616689966464

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?