Sentuhan Anak Presiden Soeharto dan Jokowi dalam Sejarah Sepak Bola Solo


  •    Kukuh Wahyudi
  •    23/03/21 - 11:30
  •    8.335

Kaesang Pangarep (tengah), memiliki 40 persen saham Persis Solo.
Kaesang Pangarep (tengah), memiliki 40 persen saham Persis Solo. (twitter/Kaesang Pangarep)

Bila berbicara sepak bola nasional tak lengkap bila nama Solo tak masuk di dalamnya. Pasalnya, di Solo lah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di dirikan pada 19 April 1930.

Tak hanya itu, Vortenlandsche Voetbal Bond (VVB) yang merupakan cikal bakal dari Persis Solo adalah salah satu pendiri PSSI. Persis serta Persib Bandung, PPSM Magelang, PSM Madiun, PSIM Yogyakarta, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta, adalah tujuh klub yang urung rembuk dalam pembentukan PSSI.

Tak hanya sebatas itu fakta dari sepak bola Solo. Pada rekam jejaknya, Solo juga menjadi wadah bagi dua anak presiden untuk berkiprah di sepak bola. 

Nama terkini tentu anak ketiga dari Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep. Sebelum itu, anak Presiden Soeharto sudah lebih dulu berkarier di Solo. Adalah Sigit Harjojudanto putra kedua Presiden Soeharto dan Siti Hartinah sosok yang dimaksud.

Baca Juga :
halaman 2 dari 3
Sigit Harjojudanto
Sigit adalah pendiri klub jebolan Galatama yang berlanjut ke kompetisi era Liga Indonesia, yaitu Arseto. 

Arseto sejatinya didirikan di Jakarta. Mereka memulai kiprahnya di sepak bola Indonesia pada kompetisi Galatama pada 1979. Pada 1983, mereka akhirnya pindah markas ke Stadion Sriwedari, Solo, dengan diarsiteki pelatih Danurwindo.

Di Solo mereka menetap hingga akhirnya menyudahi perjuangan mereka pada 1998. Arseto memutuskan tak ambil bagian menjelang Liga Indonesia 1998/1999 dan berujung pada pembubaran klub secara permanen. 

Dalam sejarah klub, tercatat mereka pernah merengkuh sembilan gelar, salah satunya menjadi yang terbaik di Kejuaraan Antarklub ASEAN pada 1993. 

Sementara itu, Sigit Harjojudanto tak hanya berkiprah di Arseto saja. Ia pun sempat mememgang jabatan penting di sepak bola nasional, yaitu sebagai Ketua Harian Liga Sepak Bola Utama (Galatama), Kepala Proyek PSSI Garuda, hingga sempat menjabat sebagai Ketua I PSSI.

Kaesang Pangarep 
Putra bungsu Presiden Jokowi ini turun langsung untuk mengelola klub asal Kota Kelahirannya, Persis. Kaesang Pangarep mempunyai 40 persen saham Persis Solo. 

Sebelumnya, Kaesang memang sudah siuk berbisnis. Tapi baru tahun ini ia melangkah jauh di dunia sepak bola. 

Tak main-main, ia pun mematok target agar Persis bisa segera promosi ke Liga 1.

"Persis ke Liga 1 merupakan target harga mati. Akan tetapi, tetap melalui proses menuju kasta tertinggi kompetisi di Indonesia itu," kata Kaesang yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT PSS itu.

Di Persis, Kaesang bakal berkolaborasi dengan beberapa pihak yang juga memiliki saham tim berjulukan Laskar Samber Nyawa itu. Mereka adalah  Kevin Nugroho pemilik 30 persen, Erick Thohir pemilik 20 persen, serta pendiri PT PSS dan 26 tim internal pemilik 10 persen saham Persis. halaman 3 dari 3








Video Trending



Berita Terkait


1624873947456

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?