Dilabeli The Next Lee Chong Wei, Ini Reaksi Lee Zii Jia


  •    Widya Amelia
  •    23/03/21 - 09:37
  •    3.316

Lee Zii Jia, pemain tunggal putra Malaysia (Badminton Photo
Lee Zii Jia, pemain tunggal putra Malaysia (Badminton Photo

Lee Zii Jia tengah menikmati kemenangannya di panggung All England 2021. Dalam perjalanan meraih gelar, Zii Jia mengalahkan tunggal putra rangking satu dan dua dunia, Kento Momota (Jepang) dan Viktor Axelsen (Denmark). 

Tak heran jika publik semakin gencar menjulukinya The Next Lee Chong Wei, tunggal putra legendaris Malaysia yang meraih tiga medali perak di olimpiade. Seperti dilansir The Star, Zii Jia ungkapkan kebahagiaannya usai memenangkan All England 2021 di akun Facebook miliknya. 

“All England 2021 sudah berakhir. Saya masih Lee Zii Jia dan hanya ingin menjadi Lee Zii Jia. Ini adalah momen spesial untuk dikenang. Ribuan kata dan perasaan ada di benak saya saat ini dan tidak ada kata yang bisa menungkapkan apa yang saya rasakan,” tulis Zii Jia. 

Pemain kelahiran Kedah, 29 Maret 1998 ini masuk pelatnas Malaysia di usia 13 tahun. Ia mulai unjuk gigi sebagai pemain pelapis sejak tahun 2017. Saat Chong Wei memutuskan pensiun pada Juni 2019, setelah pulih dari kanker hidung, Zii Jia, Cheam June Wei, Leong Jun Hao digadang-gadang sebagai penerus Lee Chong Wei.

Di antara pemain lainnya, Zii Jia lah yang paling menunjukkan progress paling cepat, ia menunjukan potensinya saat menjuarai Taiwan Open 2018 dan menajajaki semifinal All England 2020. Zii Jia juga mempersembahkan medali emas tunggal putra di SEA Games 2019 di Manila.

Baca Juga :

 
Dalam sesi wawancara bersama Olympic Channel sebelum All England 2021, Zii Jia pernah mengungkapkan isi hatinya saat dibanding-bandingkan dengan Chong Wei. 

“Dari saya kecil, Datok Lee Chong Wei banyak diidolakan orang, termasuk saya. Semua orang membicarakan Chong Wei, bahkan raket dan baju yang kita beli pun sama dengan Chong Wei,” kata Zii Jia. 

“Pertama rasanya berat sekali dan saya pikir saya tidak bisa mengatasinya. Karena tiba-tiba banyak sekali tekanan dan harapan kepada saya. Semua bicara tentang saya dan Chong Wei. Saya masih muda dan butuh banyak pengalaman, saya tidak lebih baik dari Datok Lee Chong Wei,” sebut Zii Jia. 

Ia juga membeberkan di saat kalah, banyak orang bertanya kenapa ia tidak bisa seperti Lee Chong Wei yang selalu menang? 

“Dari situ saya merasa banyak sekali tekanan. Saya bilang ke diri saya, saya tidak ingin menjadi seperti Lee Chong Wei, saya ingin menjadi diri saya sendiri saat ini dan berkonsentrasi dengan apa yang menjadi tugas saya. Banyak tantangan sudah menanti saya,” kata Zii Jia. 

Menyadari jalannya masih panjang, Zii Jia memilih untuk tidak memusingkan ini dan menikmati apa yang ia bisa nikmati. Ia bersyukur punya senior seperti Chong Wei yang ternyata sangat perhatian pada pemain muda seperti dirinya. 

“Datok bilang kapanpun saya butuh bantuan, saya bisa telepon dan bertemu dengannya. Dia selalu ada untuk saya, saya senang dan berterima kasih kepada Datok Lee Chong Wei,” tutur Zii Jia.

Zii Jia pun selalu mengingat pesan dari Chong Wei, bahwa pelatih hanya bisa bantu atlet sebesar 20 persen, sisanya tergantung dari diri atlet itu sendiri. Atlet tidak bisa bergantung pada pelatih, saat menemukan kesulitan, atlet harus selesaikan sendiri.
Terakhir diubah:  23/03/21 - 09:43






Video Trending



Berita Terkait


1616478045823

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?