Sering Tunduk di Kejuaraan Penting, Fukushima/Hirota Ungkap Senjata Matsumoto/Nagahara


  •    Widya Amelia
  •    23/03/21 - 10:28
  •    22.705

Sayaka Hirota/Yuki Fukushima dan Wakana Nagahara/Mayu Matsumoto, ganda putri Jepang (Badminton Photo)
Sayaka Hirota/Yuki Fukushima dan Wakana Nagahara/Mayu Matsumoto, ganda putri Jepang (Badminton Photo)

Putri-putri Jepang berkuasa di All England 2021, mulai dari sektor tunggal putri, ganda putri hingga ganda campuran, semua dimenangkan oleh Jepang. Selain itu, nomor ganda putra juga diraih Jepang lewat pasangan Hioyuki Endo/Yuta Watanabe. 

Ganda putri Jepang sudah tak perlu dipertanyakan lagi dominasinya di peta persaingan bulutangkis dunia. Jepang punya dua ganda putri kuat saat ini, ada Yuki Fukushima/Sayaka Hirota di peringkat satu dunia, dan Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara di peringkat empat dunia. 

Kedua ganda putri ini jugalah yang menguasai laga final turnamen-turnamen level elit bersama ganda putri asal Korea, China dan Indonesia. Meski membela bendera yang sama, duel Fukushima/Hirota dan Matsumoto/Nagahara selalu sengit dan berakhir dengan hasil tak terduga. 

Kedua pasangan sama-sama pernah menduduki tahta rangking satu dunia. Namun Fukushima/Hirota berkali-kali mesti menelan kekalahan pahit dari Matsumoto/Nagahara di event-event penting, yang terakhir adalah di final All England 2021. 

Fukushima/Hirota yang merupakan unggulan pertama, dikalahkan Matsumoto/Nagahara dengan skor 18-21, 16-21.

“Kami sudah latihan bersama cukup lama, kami tahu taktik mereka dan kami sudah mengantisipasi reli-reli panjang. Mereka pemain yang berpostur tinggi, jadi kami harus hati-hati, jangan sampai shuttlecock dicegat sama mereka. Sebetulnya kami sudah mempersiapkan diri untuk mengatasi hal ini,” kata Hirota. 

Baca Juga :


Diungkap Fukushima, pesaingnya tersebut punya serangan-serangan yang mematikan dan sulit untuk diredam. Dengan postur tubuh tinggi, tentunya serangan tajam Matsumoto/Nagahara makin sulit dikembalikan dengan baik, bahkan untuk Fukushima/Hirota yang terkenal punya tembok pertahanan yang sangat kokoh. 

“Kami benar-benar kesulitan di game kedua, kami tidak bisa mengatasi kesulitan yang kami alami, makanya kami membuat banyak kesalahan. Kami tidak bisa mengatasi serangan mereka, inilah penyebab kekalahan kami,” ujar Fukushima. 

“Saya tidak merasa bikin salah sepanjang permainan. Tapi kami tidak bisa memenangkan poin penting di saat kritis. Saya merasa tidak bisa masuk ke permainan,” ungkap Hirota. 

Dari dua belas kali pertemuan dengan Matsumoto/Nagahara, Fukushima/Hirota menang sebanyak lima kali dan kalah tujuh kali, termasuk diantaranya adalah titel-titel penting. Fukushima/Hirota harus menghapus mimpi jadi juara dunia saat dua kali ditaklukkan Matsumoto/Nagahara di final BWF World Championships 2018 dan 2019. 

Matsumoto/Nagahara juga memenangkan pertarungan dengan Fukushima/Hirota di ajang BWF World Tour Finals 2019 dan All England 2021. 

“Kami sudah lama tidak bertanding, main di All England adalah pengalaman yang positif buat kami. Banyak yang harus kami tingkatkan, kami akan perbaiki di latihan,” tutup Fukushima. 








Video Trending



Berita Terkait


1616689966464

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?